TPL_PIDII_SKIP_TO_CONTENT
PIDII NATIONAL PORTAL

Jelajahi Potensi Indonesia

Satu Peta, Semua Informasi, Seluruh Peluang

β™œ
38ProvinsiSeluruh Indonesia
πŸ—Ί
514Kabupaten/KotaSeluruh Indonesia
β—‡
25+Kategori DataPotensi & Sektor
β†—
1000+Data TerhubungSumber Terintegrasi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan delegasi investor di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan delegasi investor di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Pengembangan kawasan industri di Kabupaten Bangkalan, Madura, memasuki tahap percepatan. PT Wiraraja Madura Internasional menyatakan menargetkan pembangunan kawasan tersebut mulai berjalan pada awal 2027, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Rencana itu dibahas saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi jajaran PT Wiraraja Madura Internasional bersama delegasi investor dari Dubai dan Tiongkok di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah dan Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional Akhmad Ma’ruf Maulana membahas kesiapan pengembangan kawasan industri di Bangkalan. Pemprov Jawa Timur disebut akan memberikan dukungan untuk mempercepat realisasi pembangunan, termasuk melalui revisi regulasi yang diperlukan.

β€œJadi dari Wiraraja Madura menyiapkan untuk bisa langsung membangun di awal tahun 2027, hanya beberapa bulan setelah penandatanganan sejumlah nota kesepahaman awal Agustus lalu. Ini memperlihatkan komitmen untuk memperkuat ekonomi Indonesia dengan mitra-mitra dari negara tetangga,” ujar Gubernur Khofifah.

Khofifah menegaskan Pemprov Jawa Timur akan mendukung percepatan pembangunan kawasan industri tersebut. Dukungan itu antara lain dilakukan melalui penyesuaian regulasi yang dibutuhkan untuk mendukung proses pengembangan kawasan.

Akhmad Ma’ruf Maulana menjelaskan, kawasan industri Bangkalan nantinya tidak hanya diarahkan untuk kegiatan manufaktur, tetapi juga mencakup sektor logistik dan energi ramah lingkungan.

Sejumlah sektor yang direncanakan masuk dalam zona industri tersebut meliputi bioetanol, furnitur, tekstil, hingga panel surya.

β€œMaka, wilayah industri ini merupakan objek vital dan butuh kerjasama semua pihak untuk menyukseskannya. Saya terima kasih sekali kepada Bu Gubernur yang senantiasa mendukung kami sehingga saya yakin pembangunannya dapat diakselerasi,” katanya.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran PT Wiraraja Madura Internasional serta delegasi investor dari Dubai dan Tiongkok.

Dari Dubai, hadir Wakil Presiden Bidang Infrastruktur Odeh Asalem Automation Systems (ODASCO LLC) Odeh Asalem, Anggota Dewan Direksi Yahia Odeh Al Salem, serta Wakil Presiden Bidang Teknis dan Riset dan Pengembangan (R&D) Sayed Hussein beserta jajaran.

Sementara dari Tiongkok hadir Pendiri Platform Home Easy Renovation sekaligus Ketua Cabang Industri Furnitur Kamar Dagang Anhui di Suzhou, Lu Shaojie; Direktur Yongyun Municipal Engineering Co., Ltd, Dai Xingwang; serta jajaran mereka.

Rencana pengembangan kawasan industri di Bangkalan tersebut disebut telah siap dikembangkan. Target pembangunan pada awal 2027 menjadi langkah lanjutan setelah penandatanganan sejumlah nota kesepahaman pada awal Agustus.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin