TPL_PIDII_SKIP_TO_CONTENT
PIDII NATIONAL PORTAL

Jelajahi Potensi Indonesia

Satu Peta, Semua Informasi, Seluruh Peluang

38ProvinsiSeluruh Indonesia
🗺
514Kabupaten/KotaSeluruh Indonesia
25+Kategori DataPotensi & Sektor
1000+Data TerhubungSumber Terintegrasi
Image

EXECUTIVE SUMMARY

Google E-book

Image
Image

Kabupaten Kaur terletak antara 4O15’8,21” - 4O55’27,27” Lintang Selatan dan 103O4’8,76” - 103O46’50,12” Bujur Timur, berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lahat (di Utara), Kabupaten Pesisir Barat (di Selatan), Samudera Hindia (di Barat), dan Kabupaten OKU (di Timur). Dengan posisi strategis tersebut didukung jumlah penduduk yang mencapai 135.779 jiwa serta sumber daya alam yang melimpah, membuat Kabupaten ini menjadi Kabupaten yang siap untuk maju ke depan dengan serangkaian rencana pembangunannya.

Kesemuanya masih memerlukan uluran tangan pemilik modal baik dari Dalam Negeri (PMDN) maupun dari Luar Negeri (PMA) guna dapat mewujudkan “Menuju Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera dan Bahagia” sebagaimana Visi Kabupaten Kaur dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 yang tidak dapat ditangani secara penuh oleh Pemerintah Daerah.

Buku Profil Investasi Kabupaten Kaur menjelaskan secara singkat dan padat tentang Potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Kaur dengan segenap informasi lainnya, seperti; gambaran umum daerah, infrastruktur, insentif dan prosedur perizinan serta informasi lainnya yang mendukung aktifitas kegiatan investasi.

Berbagai sektor antara lain Sektor Pertanian (dalam arti luas); Kelautan & Perikanan; Perhubungan & Komunikasi; Industri, Pertambangan & Energi; Perdagangan & UMKM; dan Pariwisata memungkinkan untuk dikembangkan dan memiliki potensi dan peluang investasi yang cukup menjanjikan.

Diharapkan uraian dalam buku ini dapat menjadi salah satu rujukan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dan pembuat kebijakan (policy makers) baik di tingkat daerah maupun Pusat untuk mewujudkan menuju Kabupaten Kaur yang maju, sejahtera dan bahagia.

Kabupaten Kaur, Juli 2026

Image

PROFIL KEPALA DAERAH

Gusril Pausi adalah Bupati Kabupaten Kaur periode 2025-2030. Kepemimpinan Gusril Pausi sebagai bupati dimulai sejak dilantik pada Kamis (20/2/2025) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan Bupati Gusril Pausi dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Sosok Gusril Pausi merupakan pemenang Pilkada Kaur tahun 2024. Bupati Gusril Pausi didampingi Abdul Hamid sebagai Wakil Bupati, dalam mejalankan Pemerintahan Kabupaten Kaur.

Pasangan Gusril dan Hamid mendapat kepercayaan luas dari masyarakat Kaur dalam Pilkada 2024. Di bawah kepemimpinan mereka, masyarakat berharap akan adanya terobosan di berbagai sektor seperti pendidikan, infrastruktur, dan peningkatan ekonomi.

Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P, dilahirkan di Coko Enau, pada tanggal 11 Agustus 1972.

Riwayat Pendidikan

  1. S2 di Universitas Prof. DR. Hazairin 2018-2020
  2. S1 di Universitas Prof. DR. Hazairin 1996-2000
  3. SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu 1989-1992
  4. SMP Negeri Padang Guci (1989).
  5. SD Negeri Bungin Tambun I (1986)

Riwayat Pekerjaan

  • Kasubbag Kebutuhan dan Pengadaan Kota Bengkulu (2010-2013)
  • Kasubbag Penyimpanan, Pendistribusian, dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bengkulu (2013- 2014)
  • Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bengkulu (2014-2015)
  • Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kaur 2016-2026
  • Bupati Kaur (2016-2021)

Penghargaan

  1. Bujang Bengkulu dari Dinas Kebudayaan dari Pemkot Bengkulu 1996
  2. Piagam telah Menjamin Rakyat Sehat dan Sejahtera dari JKN-KISKEMENSOS RI tahun 2017
  3. Telah berkomitmen Dalam Rangka Kampanye Meales Rubella dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2018.

Image
Image

SAMBUTAN KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KABUPATEN KAUR
Dino Sulono, S.T., M.Si.

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi wa barakatuh,

Syukur alhamdulillah akhirnya buku Profil Investasi Kabupaten Kaur dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Kaur, Bapak Gusril Pausi S.Sos., M.A.P. yang telah memberikan kepercayaan kepada kami didalam mengumpulkan dan menyusun data untuk diwujudkan dalam bentuk buku, menerbitkan, mendistribusikan serta mempublikasikan keberbagai media.

Buku Profil Investasi Kabupaten Kaur menjelaskan secara singkat dan padat tentang Potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Kaur dengan segenap informasi lainnya, seperti; gambaran umum daerah, infrastruktur, insentif dan prosedur perizinan serta informasi lainnya yang mendukung aktifitas kegiatan investasi, dengan tujuan utama adalah mengajak investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kaur dalam upaya mewujudkan “Menuju Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera dan Bahagia” sebagaimana Visi Kabupaten Kaur dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 yang tidak dapat ditangani secara penuh oleh pemerintah daerah. Kami masih sangat membutuhkan uluran partisipasi dari para Investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kaur, baik itu investasi dalam negeri (PMDN) maupun investasi luar negeri (PMA).

Akhirnya, dari “Bumi Se’ase Seijean” kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi besar dalam penyusunan buku ini. Kami sangat berkeyakinan bahwa melalui buku ini akan memberikan informasi dalam meningkatkan daya tarik bagi Investor untuk berinvetasi di Kabupaten Kaur sehingga Visi Misi dan Rencana Pembangunan Daerah baik RPJMD maupun RPJPD Kabupaten Kaur dapat terwujud.

Semoga tujuan kami untuk lebih memajukan Kabupaten Kaur ini mendapatkan perhatian dari semua pihak, terutama para Investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Terima kasih

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wa barakatuh.

Image

VISI

“Menuju Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera, dan Bahagia.”

MISI

Bupati Kabupaten Kaur Wakil Bupati Kabupaten Kaur
1

Misi Pertama

Mewujudkan birokrasi pemerintahan yang inovatif, humanis, akuntabel, dan melayani.

2

Misi Kedua

Meningkatkan dan memeratakan pembangunan infrastruktur dasar dan perkotaan yang seimbang, berkeadilan, dan memperhatikan kelestarian lingkungan.

3

Misi Ketiga

Membangun masyarakat yang sehat, cerdas, berkualitas, religius, harmonis, dan berdaya saing, dengan memperkokoh nilai-nilai agama, adat budaya, dan kearifan lokal.

4

Misi Keempat

Membangun kemandirian ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata berbasis ekonomi lokal.

Ikon Kabupaten Kaur
Fasilitas Kabupaten Kaur
Kawasan Kabupaten Kaur

Gambaran Umum Daerah

Kabupaten Kaur secara administrasi merupakan wilayah Provinsi Bengkulu yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Kaur.

Geografi

Secara astronomis, Kabupaten Kaur terletak antara 4°15’8,21”–4°55’27,27” Lintang Selatan dan 103°04’8,76”–103°46’50,12” Bujur Timur. Sementara jika dilihat dari letak geografisnya, Kabupaten Kaur di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lahat, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Barat, di sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia, dan di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten OKU.

Utara Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lahat
Selatan Kabupaten Pesisir Barat
Barat Samudera Hindia
Timur Kabupaten OKU
Masyarakat dan kebudayaan Kabupaten Kaur
Masyarakat Kabupaten Kaur
Demografi

Pada tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Kaur mencapai 135.779 jiwa dengan komposisi laki-laki sebesar 51,4% dan perempuan sebesar 48,6% dengan rasio jenis kelamin 106. Struktur umur penduduk menunjukkan bahwa Kabupaten Kaur masih didominasi oleh kelompok usia muda, terutama pada rentang usia 10–19 tahun. Kondisi ini mencerminkan potensi bonus demografi apabila didukung dengan peningkatan kualitas pendidikan dan perluasan kesempatan kerja. Kepadatan penduduk Kabupaten Kaur mencapai 52,54 orang per km².

135.779 Jumlah penduduk tahun 2025
51,4% Penduduk laki-laki
48,6% Penduduk perempuan
52,54 Orang per km²
Kegiatan masyarakat Kabupaten Kaur
Tokoh dan masyarakat Kabupaten Kaur
Peta dan gambaran wilayah Kabupaten Kaur

Luas Wilayah dan Perbatasan

Kabupaten Kaur terletak di ujung selatan Provinsi Bengkulu. Luas wilayah Kabupaten Kaur mencapai lebih kurang 3.025,59 km² atau 302.559 hektare berdasarkan data RPIP Kaur 2025–2045, yang terdiri atas luas daratan sebesar 2.365 km² atau 236.500 hektare dan luas lautan sebesar 660,559 km² atau 66.059 hektare. Kabupaten Kaur memiliki 15 kecamatan, 3 kelurahan, dan 192 desa. Kecamatan terluas adalah Nasal sebesar 562,23 km² atau 21,55%, kemudian Maje sebesar 495,45 km² atau 18,99%, dan Padang Guci Hulu sebesar 431,65 km² atau 16,55%. Jika dilihat dari letak geografisnya, sebagian besar desa atau kelurahan berada bukan di tepi laut, yaitu sebanyak 127 desa/kelurahan, sementara sebanyak 68 desa berada di tepi laut. Jika dilihat dari topografinya, sebagian besar desa memiliki topografi lereng atau puncak, yaitu sebanyak 109 desa/kelurahan. Sementara itu, desa atau kelurahan yang memiliki topografi dataran sebanyak 85 dan topografi lembah sebanyak 1 desa.

3.025,59 km² Total luas wilayah Kabupaten Kaur
2.365 km² Luas wilayah daratan
660,559 km² Luas wilayah lautan
15 Kecamatan Didukung 3 kelurahan dan 192 desa

Kecamatan dengan Wilayah Terluas

Kecamatan Nasal 562,23 km² atau 21,55% dari luas wilayah
Kecamatan Maje 495,45 km² atau 18,99% dari luas wilayah
Padang Guci Hulu 431,65 km² atau 16,55% dari luas wilayah
Letak Desa 127 desa/kelurahan bukan di tepi laut dan 68 desa berada di tepi laut

Topografi Desa dan Kelurahan

109 Lereng atau puncak
85 Wilayah dataran
1 Wilayah lembah
Jembatan di Kabupaten Kaur
Bandara Fatmawati Soekarno

Sarana dan Prasarana

TRANSPORTASI KABUPATEN KAUR

Transportasi

Transportasi Darat

Pada tahun 2025, panjang jalan mencapai 776,63 km, dengan rincian 87,05 km jalan negara, 111,04 km jalan provinsi, dan 578,54 km jalan kabupaten. Dari panjang jalan kabupaten tersebut, sepanjang 293,98 km telah diaspal, 105,21 km merupakan jalan kerikil, 104,67 km merupakan jalan tanah, dan 74,68 km berupa jalan dengan permukaan lainnya. Berdasarkan kondisinya, jalan kabupaten terdiri atas jalan dalam kondisi baik sepanjang 121,54 km, kondisi sedang 136,22 km, kondisi rusak 33,35 km, dan kondisi rusak berat sepanjang 287,43 km.

776,63 km Total panjang jalan pada tahun 2025
87,05 km Jalan negara
111,04 km Jalan provinsi
578,54 km Jalan kabupaten
Transportasi laut Kabupaten Kaur

Transportasi Laut

Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong percepatan revitalisasi Pelabuhan Linau yang berada di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur. Keberadaan pelabuhan tersebut diharapkan dapat menjadi pelabuhan pendukung bagi Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, terutama pada saat terjadi kendala operasional yang dapat menghambat aktivitas pelayaran.

Transportasi Udara

Bandara terdekat adalah Bandara Fatmawati Soekarno dengan kode BKS yang berada di Kota Bengkulu. Dari bandara, perjalanan menuju Bintuhan, Kabupaten Kaur dilanjutkan menggunakan mobil atau bus. Transportasi lokal di Kabupaten Kaur meliputi angkutan pedesaan, ojek, dan kendaraan sewaan.

Transportasi udara menuju Kabupaten Kaur
Transportasi Darat Didukung jaringan jalan negara, provinsi, dan kabupaten dengan total panjang 776,63 km.
Transportasi Laut Pelabuhan Linau dikembangkan sebagai pendukung kegiatan pelayaran dan perekonomian daerah.
Transportasi Udara Akses udara melalui Bandara Fatmawati Soekarno di Kota Bengkulu dan dilanjutkan dengan perjalanan darat.
Layanan perbankan Kabupaten Kaur
Kantor perbankan Kabupaten Kaur
Fasilitas keuangan Kabupaten Kaur
Aktivitas layanan ekonomi Kabupaten Kaur

Komunikasi

Kabupaten Kaur memiliki 5 Kantor Pos Pembantu. Untuk penerimaan sinyal internet seluler, belum semua desa mendapatkan sinyal 4G/LTE. Di Kabupaten Kaur terdapat 171 desa yang sudah mendapatkan sinyal 4G/LTE, 14 desa dengan layanan 3G/H/H+/EVDO, serta 10 desa dengan layanan 2,5G/E/GPRS.

5 Kantor Pos Pembantu
171 Desa dengan sinyal 4G/LTE
14 Desa dengan 3G/H/H+/EVDO
10 Desa dengan 2,5G/E/GPRS

Koperasi dan Perbankan

Pada tahun 2025, jumlah koperasi di Kabupaten Kaur tercatat sebanyak 33 unit dengan sebaran yang belum merata antar kecamatan. Jenis koperasi yang paling banyak adalah koperasi simpan pinjam sebanyak 15 unit, diikuti KUD sebanyak 10 unit, koperasi jenis lainnya sebanyak 7 unit, dan koperasi industri kecil serta kerajinan rakyat sebanyak 1 unit.

Keberadaan koperasi masih terkonsentrasi di beberapa kecamatan, terutama Kaur Selatan sebagai wilayah dengan jumlah koperasi terbanyak, disusul oleh Nasal dan Maje. Sementara itu, sebagian kecamatan lainnya belum memiliki koperasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat masih terpusat di wilayah tertentu dan perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata di seluruh Kabupaten Kaur.

33 Total koperasi tahun 2025
15 Koperasi simpan pinjam
10 Koperasi Unit Desa
8 Koperasi lainnya dan industri kecil
Wilayah Konsentrasi Koperasi Koperasi paling banyak berada di Kecamatan Kaur Selatan, kemudian disusul Kecamatan Nasal dan Kecamatan Maje.
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kaur

Kesehatan

Fasilitas kesehatan merupakan salah satu tolok ukur dalam pencapaian pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kaur. Pada tahun 2025 terdapat 1 rumah sakit di wilayah Kabupaten Kaur, yaitu di Kecamatan Semidang Gumay. Fasilitas kesehatan lainnya meliputi 4 Klinik Pratama yang berada di Kecamatan Nasal sebanyak 1 unit dan Kecamatan Kaur Selatan sebanyak 3 unit, 16 Puskesmas, 7 Puskesmas Pembantu atau Pustu, serta 17 apotek.

Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Kaur terdiri atas 71 tenaga medis, 267 tenaga keperawatan, dan 300 tenaga bidan. Sementara itu, tenaga kesehatan lainnya terdiri atas 45 tenaga kefarmasian, 104 tenaga kesehatan masyarakat, 23 tenaga kesehatan lingkungan, 41 tenaga gizi, 1 tenaga keteknisan medis, dan 58 tenaga teknik biomedika.

1 Rumah sakit di Kecamatan Semidang Gumay
4 Klinik Pratama
16 Puskesmas
7 Puskesmas Pembantu
17 Apotek

Tenaga Kesehatan Kabupaten Kaur

71 Tenaga medis
267 Tenaga keperawatan
300 Tenaga bidan
45 Tenaga kefarmasian
104 Tenaga kesehatan masyarakat
23 Tenaga kesehatan lingkungan
41 Tenaga gizi
1 Tenaga keteknisan medis
58 Tenaga teknik biomedika
Penguatan Pelayanan Kesehatan Pemerataan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas tenaga kesehatan, serta penguatan layanan Puskesmas dan Pustu menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kaur.
Kegiatan pembangunan pendidikan Kabupaten Kaur
Sekolah di Kabupaten Kaur
Pelajar Kabupaten Kaur
Siswa berprestasi Kabupaten Kaur

Sumber Daya Manusia

Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, pada tahun 2025 tercatat jumlah sekolah di Kabupaten Kaur sebagaimana disajikan pada tabel berikut.

No. Jenis Sekolah Negeri Swasta Jumlah
1
Taman Kanak-Kanak Raudatul Athfal
18 13
149
167 13
2
Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah
128 5
5 4
133 9
3
Sekolah Menengah Pertama Madrasah Tsanawiyah
37 5
6 3
43 8
4
Sekolah Menengah Atas Sekolah Menengah Kejuruan Madrasah Aliyah
12 8 2
2 2
14 10 2
5 Perguruan Tinggi 1 1
167 Total Taman Kanak-Kanak
133 Total Sekolah Dasar
43 Total Sekolah Menengah Pertama
1 Perguruan Tinggi
Sumber data: Kabupaten Kaur Dalam Angka Tahun 2026, data diolah.
Aktivitas pembangunan dan ketenagakerjaan Kabupaten Kaur
Kegiatan kerja dan koordinasi Kabupaten Kaur

Ketenagakerjaan

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja tergolong tinggi dengan sebagian besar penduduk usia 15 tahun ke atas berada dalam angkatan kerja dan mayoritas di antaranya sudah bekerja, sementara tingkat pengangguran relatif rendah.

Namun demikian, masih banyak penduduk yang bekerja pada sektor informal atau pekerjaan dengan status tidak tetap, seperti usaha sendiri, pekerja bebas, dan pekerja keluarga. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, memperluas kesempatan kerja formal, serta memperkuat keterampilan dan produktivitas tenaga kerja di Kabupaten Kaur.

Jumlah angkatan kerja mencapai 74.713 orang dengan rincian 71.816 orang bekerja dan 2.897 orang merupakan pengangguran terbuka. Sementara itu, penduduk yang bukan angkatan kerja tercatat sebanyak 26.697 orang, yang terdiri atas 7.899 orang bersekolah, 13.682 orang mengurus rumah tangga, dan 5.116 orang dengan kegiatan lainnya.

74.713 Jumlah angkatan kerja
71.816 Penduduk yang bekerja
2.897 Pengangguran terbuka
26.697 Bukan angkatan kerja

Kondisi Ketenagakerjaan

Besarnya jumlah penduduk yang bekerja menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja yang tinggi. Penguatan sektor formal, peningkatan kompetensi, pelatihan kerja, serta perluasan kesempatan usaha menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pekerjaan dan produktivitas masyarakat Kabupaten Kaur.

Rincian Bukan Angkatan Kerja

7.899 Bersekolah
13.682 Mengurus rumah tangga
5.116 Kegiatan lainnya
Arah Pengembangan Peningkatan keterampilan, penguatan produktivitas, penciptaan kesempatan kerja formal, dan pengembangan kewirausahaan diperlukan untuk memperkuat kualitas ketenagakerjaan di Kabupaten Kaur.
Masjid di Kabupaten Kaur

Agama

Jumlah agama yang dianut oleh penduduk Kabupaten Kaur terdiri atas lima agama, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha. Islam merupakan agama dengan jumlah pemeluk terbesar, yaitu sebanyak 136.402 orang, dengan sarana ibadah berupa 295 masjid dan 20 musala. Selanjutnya terdapat 479 pemeluk agama Protestan dengan 3 gereja, 159 pemeluk agama Hindu dengan 1 pura, 76 pemeluk agama Katolik dengan 1 gereja, serta 8 pemeluk agama Buddha.

136.402 Pemeluk agama Islam
479 Pemeluk agama Protestan
159 Pemeluk agama Hindu
76 Pemeluk agama Katolik
8 Pemeluk agama Buddha

Rumah Ibadah

295 Masjid
20 Musala
4 Gereja Protestan dan Katolik
1 Pura
Kehidupan Keagamaan Keberagaman agama di Kabupaten Kaur menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Kerukunan antarumat beragama perlu terus diperkuat melalui penghormatan, toleransi, dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Mal Pelayanan Publik Kabupaten Kaur
Pelayanan publik Kabupaten Kaur
Kegiatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kaur

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Secara umum, kontribusi penanaman modal oleh investor akan berdampak pada aspek pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Secara ekonomi, penanaman modal dari para investor sangat berpengaruh dalam meningkatkan pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat. Penanaman modal juga dapat menghasilkan devisa bagi daerah yang berasal dari pembayaran pajak oleh perusahaan maupun perorangan. Dana tersebut dapat menjadi bagian dari pendapatan asli daerah yang bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Kaur.

Kontribusi penanaman modal yang dilakukan oleh para investor dalam pembangunan ekonomi secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar kawasan usaha. Investasi akan membuka peluang pekerjaan baru di Kabupaten Kaur. Kehadiran perusahaan yang berinvestasi juga dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat untuk beralih menjadi wiraswasta dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang berbasis pada kesejahteraan masyarakat.

Setiap perusahaan yang melakukan investasi di Kabupaten Kaur setiap tahunnya perlu mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang berasal dari keuntungan perusahaan. Dana tersebut digunakan untuk pembinaan lingkungan sosial, pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial, pemberian beasiswa kepada pelajar berprestasi dan pelajar kurang mampu, serta pelestarian budaya lokal di sekitar wilayah investasi.

Pertumbuhan Ekonomi Mendorong peningkatan kegiatan ekonomi dan pembangunan daerah.
Lapangan Kerja Membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat Kabupaten Kaur.
Pendapatan Daerah Memberikan kontribusi melalui pajak perusahaan dan kegiatan usaha.
Kewirausahaan Mendorong masyarakat mengembangkan usaha dan kegiatan ekonomi mandiri.

Peran Investasi bagi Daerah

Investasi menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah karena memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha, penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan daerah, dan tumbuhnya kegiatan ekonomi baru. Melalui pelayanan perizinan yang mudah, transparan, dan terpadu, Kabupaten Kaur dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik bagi dunia usaha.

Pemanfaatan Dana CSR

Dana tanggung jawab sosial perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi investasi.

Infrastruktur Pembangunan fasilitas umum
Kegiatan Sosial Pembinaan dan bantuan masyarakat
Beasiswa Dukungan bagi pelajar berprestasi
Budaya Lokal Pelestarian seni dan tradisi daerah
Pelayanan Investasi Terpadu Pelayanan Terpadu Satu Pintu diharapkan mampu memberikan kemudahan, kepastian, kecepatan, dan transparansi bagi investor dalam memperoleh pelayanan perizinan dan nonperizinan di Kabupaten Kaur.

Prosedur Perizinan Investasi

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kaur merupakan salah satu instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Kaur dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, cepat, dan berorientasi pada kemudahan berusaha. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, seluruh proses pelayanan perizinan dan nonperizinan diselenggarakan secara terpadu dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, kepastian hukum, akuntabilitas, serta pelayanan prima kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Dalam mendukung implementasi reformasi birokrasi dan percepatan investasi, DPMPTSP Kabupaten Kaur telah menerapkan sistem pelayanan berbasis Online Single Submission atau OSS. Melalui sistem ini, pelaku usaha dapat mengajukan permohonan perizinan secara elektronik, memperoleh Nomor Induk Berusaha, memenuhi komitmen sesuai ketentuan, hingga memperoleh izin usaha dan izin operasional secara lebih efektif sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.

Pelaksanaan pelayanan dilakukan melalui mekanisme yang terstandarisasi, dimulai dari pengajuan permohonan, verifikasi kelengkapan dokumen, evaluasi teknis oleh perangkat daerah terkait, pemeriksaan lapangan apabila diperlukan, pemberian rekomendasi teknis, hingga penerbitan izin oleh DPMPTSP atau melalui sistem OSS. Standar operasional prosedur yang jelas memberikan kepastian proses, transparansi pelayanan, dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap tata kelola perizinan di Kabupaten Kaur.

Sebagai garda terdepan pelayanan investasi, DPMPTSP Kabupaten Kaur juga memberikan pendampingan kepada calon investor dalam proses perizinan, mulai dari konsultasi persyaratan, pengisian data pada sistem OSS, koordinasi dengan perangkat daerah teknis, hingga penyelesaian dokumen perizinan. Pendekatan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi investor agar proses memulai usaha dapat berlangsung secara cepat, mudah, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Kaur dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat daya saing daerah. Dengan sistem pelayanan yang terintegrasi, prosedur yang transparan, serta dukungan digital melalui OSS, Kabupaten Kaur terus berupaya menciptakan lingkungan investasi yang aman, efisien, dan ramah bagi investor.

Pelayanan Terintegrasi Seluruh proses perizinan dan nonperizinan dilayani secara terpadu melalui DPMPTSP.
Transparansi Proses Prosedur, persyaratan, dan tahapan pelayanan dapat dipantau secara jelas.
Dukungan Sistem OSS Permohonan izin dan penerbitan NIB dapat dilakukan secara elektronik.
Pendampingan Investor Calon investor mendapatkan konsultasi serta koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

Alur Pelayanan Perizinan

Tahapan umum pelayanan perizinan investasi di Kabupaten Kaur.

1
Pengajuan Permohonan Pemohon mengajukan izin melalui OSS atau pelayanan DPMPTSP.
2
Verifikasi Dokumen Petugas memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen.
3
Evaluasi Teknis Perangkat daerah teknis menilai persyaratan sesuai bidang usaha.
4
Pemeriksaan Lapangan Pemeriksaan lokasi dilakukan apabila diperlukan.
5
Rekomendasi Teknis Perangkat teknis memberikan persetujuan atau rekomendasi.
6
Penerbitan Izin Izin diterbitkan melalui DPMPTSP atau sistem OSS.

Daftar Perizinan DPMPTSP Kabupaten Kaur

Tersedia lebih dari 40 jenis layanan perizinan dan nonperizinan yang mendukung kegiatan investasi, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, tata ruang, dan kegiatan usaha.

1
Online Single Submission (OSS)
2
Izin Praktik Dokter Umum dan Spesialis
3
Izin Praktik Tenaga Promotor Kesehatan dan Ilmu Perilaku
4
Izin Praktik Bidan
5
Izin Kerja Tenaga Gizi
6
Izin Praktik Tenaga Gizi
7
Izin Kerja Tenaga Sanitarian
8
Izin Tenaga Refraksionis Optisien
9
Izin Kerja Radiografer
10
Izin Kerja Fisioterapis
11
Izin Praktik Tenaga Terapis Wicara
12
Izin Tenaga Kerja Okupasi Terapis
13
Izin Kerja Rekam Medis
14
Izin Praktik Perawat
15
Izin Praktik Tenaga Teknis Kefarmasian
16
Izin Praktik Apoteker
17
Izin Praktik Ahli Teknologi Laboratorium Medik
18
Izin Praktik Terapis Gigi dan Mulut
19
Izin Praktik Psikolog Klinis
20
Izin Praktik Penata Anestesi
21
Izin Praktik Elektromedis
22
Izin Praktik Dokter Hewan
23
Izin Operasional Pendidikan Anak Usia Dini
24
Izin Operasional Pendidikan Dasar
25
Izin Operasional SM
26
Izin Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM)
27
Izin Penutupan Jalan Umum
28
Izin Hiburan Umum
29
Izin Pengumpulan Uang dan Barang
30
Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS)
31
Izin Operasional Lembaga Pelatihan Kerja
32
Izin Operasional Lembaga Kursus dan Pelatihan
33
Tanda Daftar Lembaga Kesejahteraan Sosial atau Organisasi Sosial
34
Izin Penyelenggaraan Kebijakan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
35
Surat Terdaftar Penyehat Tradisional
36
Surat Keterangan Tata Ruang
37
Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP)
38
Surat Keterangan Penelitian atau KKN
39
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
40
Sertifikat Laik Fungsi dan Sertifikat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung
41
Pencabutan Surat Izin Praktik dan Surat Izin Kerja Tenaga Kesehatan
42
Izin Reklame
Pelayanan Perizinan yang Mudah dan Transparan Ketersediaan berbagai layanan perizinan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses investasi, memberikan kepastian berusaha, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Kaur.

Sarana Pendukung Investasi dan Kebijakan Investasi

Perancangan Kebijakan dan Strategi Penanaman Modal Kabupaten Kaur merupakan kebijakan yang disusun berdasarkan pertimbangan hasil identifikasi potensi dan permasalahan yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya. Di samping itu, rancangan kebijakan juga harus merujuk pada Rencana Umum Penanaman Modal Nasional dan Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi Bengkulu.

Hal tersebut dilakukan demi terciptanya keterpaduan dan konsistensi arah dalam perencanaan penanaman modal antarlevel pemerintahan, yaitu antara Kabupaten Kaur, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan pemerintah nasional, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal Nasional.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, arah kebijakan dan strategi penanaman modal di Kabupaten Kaur harus merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 dengan sejumlah arah penting sebagai berikut.

Arah Kebijakan dan Strategi Penanaman Modal
1
Perbaikan Iklim Penanaman Modal Menciptakan lingkungan investasi yang aman, transparan, mudah, dan memiliki kepastian hukum.
2
Persebaran Penanaman Modal Mendorong investasi agar tersebar secara lebih merata pada berbagai wilayah Kabupaten Kaur.
3
Pangan, Infrastruktur, dan Energi Mengarahkan investasi pada sektor prioritas yang mendukung kebutuhan dasar dan pertumbuhan daerah.
4
Investasi Berwawasan Lingkungan Mendorong investasi hijau yang menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
5
Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Memperkuat peran usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi dalam kegiatan investasi daerah.
6
Fasilitas, Insentif, dan Promosi Memberikan kemudahan dan insentif investasi serta memperkuat promosi potensi Kabupaten Kaur.
Kawasan pendukung investasi Kabupaten Kaur
Sarana dan kegiatan investasi Kabupaten Kaur
Arah Pengembangan Investasi Kebijakan investasi Kabupaten Kaur diarahkan untuk memperkuat iklim usaha, pemerataan investasi, pengembangan sektor pangan, infrastruktur dan energi, investasi hijau, pemberdayaan UMKM serta pemberian kemudahan dan promosi penanaman modal.

Insentif yang Diberikan kepada Investor

Fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal merupakan suatu keuntungan ekonomi yang diberikan kepada sebuah perusahaan atau kelompok perusahaan sejenis untuk mendorong agar perusahaan tersebut melakukan kegiatan yang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

Pemberian fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal didasarkan pada pertimbangan eksternal dan internal. Pertimbangan eksternal meliputi strategi daerah pesaing, intensitas persaingan dalam menarik penanaman modal, praktik terbaik secara nasional, serta komitmen nasional.

Pertimbangan internal yang perlu diperhatikan meliputi strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan sektoral, kepentingan pengembangan wilayah, tujuan pemberian fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal, keterkaitan sektor yang bersangkutan dengan sektor lainnya, besaran dampak ekonomi, penyerapan tenaga kerja, sinkronisasi dengan kebijakan terkait, serta tujuan pembangunan berkelanjutan.

Prinsip dasar dalam penetapan kebijakan pemberian fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal meliputi efisiensi administrasi, efektivitas, kesederhanaan, transparansi, keadilan, perhitungan dampak ekonomi melalui analisis keuntungan dan kerugian, serta penetapan jangka waktu pemberian insentif.

Efisiensi Administrasi Proses pemberian fasilitas dilakukan dengan tata kelola yang ringkas dan mudah.
Efektif dan Sederhana Kebijakan diarahkan agar tepat sasaran dan tidak membebani pelaku usaha.
Transparansi dan Keadilan Pemberian insentif dilakukan secara terbuka, objektif, dan proporsional.
Dampak Ekonomi Insentif mempertimbangkan manfaat ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan wilayah.
Arah Pemberian Insentif Fasilitas dan insentif investasi diarahkan untuk mendukung sektor prioritas, memperkuat daya saing daerah, membuka lapangan kerja, mendorong pemerataan pembangunan, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kaur yang berkelanjutan.
Kawasan pendukung investasi Kabupaten Kaur
Potensi investasi Kabupaten Kaur
Potensi sumber daya Kabupaten Kaur
Potensi unggulan Kabupaten Kaur
Peluang investasi Kabupaten Kaur
Sektor investasi Kabupaten Kaur

Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Kaur

POTENSI PRIORITAS DAN PELUANG INVESTASI

Potensi Prioritas dan Peluang Investasi

Berdasarkan data riil potensi sumber daya alam (SDA), telah disusun prioritas pembangunan ekonomi per kecamatan yang tertuang dalam dokumen perencanaan daerah seperti RTRW dan RPJMD. Data menunjukkan bahwa fokus utamanya adalah penguatan agribisnis kelapa sawit dan karet, serta pemanfaatan potensi maritim dan pariwisata yang tersebar di wilayah pesisir. Berikut ini merupakan potensi prioritas per kecamatan di Kabupaten Kaur berdasarkan data riil.

Sektor Utama Peluang Investasi
Agribisnis Kelapa Sawit Pengembangan perkebunan, peningkatan produktivitas, pengolahan hasil, serta peluang hilirisasi komoditas kelapa sawit.
Perkebunan Karet Penguatan budidaya karet serta pengembangan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat.
Potensi Maritim Pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut untuk kegiatan perikanan, pengolahan hasil laut, serta ekonomi berbasis pesisir.
Pariwisata Pengembangan destinasi pesisir, wisata alam, serta fasilitas pendukung pariwisata yang tersebar di sejumlah kecamatan Kabupaten Kaur.

Arah Pengembangan Potensi Investasi

Penguatan Sektor Hulu Peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas perkebunan, pertanian, perikanan, dan sumber daya alam daerah.
Hilirisasi Produk Mendorong hadirnya industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal Kabupaten Kaur.
Pengembangan Wilayah Pesisir Mengoptimalkan sumber daya laut, perikanan, dan pariwisata pada kawasan pesisir.
Potensi Investasi Berbasis Keunggulan Wilayah Pengembangan peluang investasi Kabupaten Kaur diarahkan berdasarkan karakteristik dan keunggulan masing-masing kecamatan. Pendekatan ini memungkinkan investasi dikembangkan secara lebih terarah, berbasis potensi riil, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan masyarakat.

Pemetaan Sektor Unggulan dan Peluang Investasi Kabupaten Kaur

Data Potensi Sektor, Komoditas, dan Peluang Strategis Per Kecamatan

Pemetaan 15 kecamatan berdasarkan sektor unggulan, komoditas dan daya tarik potensial, serta peluang investasi strategis.

No. Kecamatan Sektor Unggulan Utama Komoditas & Daya Tarik Potensial Peluang Investasi Strategis
1 Nasal Kelautan & Perkebunan Gurita, sawit, karet, Pantai Merpas Industri pengolahan gurita/perikanan, cold storage, dan ekowisata pantai.
2 Maje Kelautan, Perkebunan & Wisata Tuna, gurita, sawit, Pantai Linau, Danau Kembar Industri pengolahan ikan, pelabuhan logistik, resort, dan kuliner pesisir.
3 Kaur Selatan Perdagangan, Jasa & Perikanan Pusat bisnis Bintuhan, TPI, Pertanian Padi Pusat perbelanjaan, perhotelan, sarana pendidikan/kesehatan, dan modernisasi TPI.
4 Tetap Pertanian & Industri Kecil Padi, palawija, industri kerajinan/makanan Industri pengolahan pangan dan hilirisasi produk pertanian skala rumahan.
5 Kaur Tengah Pertanian & Perdagangan Lahan persawahan, sentra pasar lokal Peningkatan sarana irigasi modern dan pergudangan komoditas pangan.
6 Luas Perkebunan & Energi Kopi, karet, aliran Sungai DAS Perkebunan kopi rakyat dan investasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.
7 Muara Sahung Perkebunan & EBT Kopi Robusta kualitas tinggi, potensi air hulu Pabrik pengolahan/roastery kopi modern dan pembangunan PLTMH makro/mikro.
8 Kinal Pertanian & Peternakan Karet, kopi, peternakan sapi/kambing Sentra pembibitan ternak, industri pakan, dan perkebunan karet komersial.
9 Semidang Gumay Pariwisata & Pertanian Wisata pantai, pertanian padi Pengembangan destinasi wisata bahari terintegrasi, agrowisata, dan fasilitas pendukung.
10 Tanjung Kemuning Perkebunan & Industri Kelapa sawit, karet, jalur lintas Pabrik Kelapa Sawit, industri pengolahan remah karet, dan pergudangan logistik.
11 Kelam Tengah Kelautan & Pertanian Padi, ikan tangkap karang Alat tangkap modern dan optimalisasi lahan sawit/sawah pasang surut.
12 Kaur Utara Perkebunan & Agro Jagung, sawit, karet Pengeringan jagung dan komoditas skala besar serta pengumpulan hasil perkebunan.
13 Padang Guci Hilir Pertanian & Sawit Padi unggulan, perkebunan sawit Pengembangan beras kemasan lokal, kemitraan plasma sawit, dan hilirisasi pangan.
14 Padang Guci Hulu Energi & Ekowisata Aliran sungai deras, Bunga Rafflesia, kopi Investasi skala besar PLTMH dan wisata konservasi alam/petualangan.
15 Lungkang Kule Perkebunan & Kerajinan Kopi, karet, kerajinan bambu/rotan Industri kreatif anyaman ekspor dan intensifikasi perkebunan kopi.
Potensi pertanian Kabupaten Kaur
Komoditas hortikultura Kabupaten Kaur
Perkebunan Kabupaten Kaur
Komoditas pertanian Kabupaten Kaur

Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan dan Hortikultura

POTENSI UNGGULAN KABUPATEN KAUR

Pertanian dalam Arti Luas sebagai Penopang Ekonomi Daerah

Sektor pertanian dalam arti luas masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Kaur. Kegiatan pada sektor ini mencakup subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan yang berperan dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, lapangan kerja, serta sumber pendapatan masyarakat.

Kabupaten Kaur merupakan salah satu sentra tanaman hortikultura dan perkebunan. Tanaman hortikultura mencakup sayuran buah semusim, buah dan sayuran tahunan, tanaman biofarmaka, serta tanaman hias.

Pada kelompok hortikultura, khususnya tanaman sayuran, tahun 2025 menunjukkan peningkatan pada komoditas utama terutama cabai. Luas panen cabai rawit mencapai 245 hektare, cabai besar 205 hektare, dan cabai keriting 197 hektare. Peningkatan luas panen tersebut diikuti peningkatan produksi, yaitu cabai rawit menjadi 6.424 kuintal, cabai keriting 5.684 kuintal, dan cabai besar 4.783 kuintal.

Beberapa kecamatan seperti Maje, Padang Guci Hilir, dan Kinal menjadi sentra produksi cabai di Kabupaten Kaur. Sementara itu, tomat mengalami sedikit penurunan baik luas panen maupun produksinya, sedangkan kacang panjang dan terong relatif stabil.

Hortikultura dan Buah-Buahan
Cabai Komoditas cabai mengalami peningkatan luas panen dan produksi pada 2025, terutama cabai rawit, cabai besar, dan cabai keriting.
Buah Non-Musiman Produksi pisang mencapai 14.970,50 kuintal, pepaya 9.505 kuintal, sedangkan jeruk siam 4.105 kuintal.
Buah Musiman Durian, mangga, dan duku mengalami penurunan, sedangkan salak meningkat menjadi 4.197 kuintal.
6.424 kuintal Produksi cabai rawit tahun 2025
5.684 kuintal Produksi cabai keriting tahun 2025
4.783 kuintal Produksi cabai besar tahun 2025
Tanaman Biofarmaka

Tanaman biofarmaka memperlihatkan kecenderungan penurunan luas lahan panen dalam empat tahun terakhir. Luas panen jahe turun menjadi 86.108 m² pada tahun 2025, diikuti penurunan pada kencur, kunyit, lengkuas, lidah buaya, dan serai. Meskipun demikian, produksi sejumlah komoditas justru mengalami peningkatan.

Produksi jahe mencapai 213.158 kg, kencur 134.150 kg, dan lengkuas 127.193 kg. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan produktivitas meskipun luas lahan yang diusahakan semakin terbatas.

Perkebunan Rakyat Kabupaten Kaur

Kelapa Sawit 9.608 ha | Produksi 83.683 ton
Kelapa 2.179 ha | Produksi 1.139 ton
Karet 5.698 ha | Produksi 11.679 ton
Kopi 7.540 ha | Produksi 4.572 ton
Kakao 2.533 ha | Produksi 1.106 ton
Cengkeh 1.239 ha | Produksi 124 ton
Peluang Hilirisasi Kelapa

Industri Hulu

Kelapa segar serta pengembangan kopra hitam dan kopra putih sebagai bahan baku industri.

Industri Antara

Pengolahan tempurung kelapa, copra meal, desiccated coconut, serta berbagai produk turunan kelapa.

Industri Hilir

Produk bernilai tambah seperti karbon aktif, minyak kelapa, coconut cream/milk, dan produk olahan lainnya.

Peluang Investasi Pertanian dan Perkebunan Potensi pertanian dan perkebunan Kabupaten Kaur membuka peluang investasi pada peningkatan produktivitas, penyediaan sarana produksi, pengolahan pascapanen, industri pangan, pengembangan cold storage, pengolahan hasil perkebunan, serta hilirisasi produk berbasis kelapa, sawit, kopi, karet, kakao, dan komoditas hortikultura.
Potensi perikanan Kabupaten Kaur
Aktivitas perikanan Kabupaten Kaur
Hasil perikanan Kabupaten Kaur
Kawasan pesisir Kabupaten Kaur

Sektor Perikanan dan Kelautan

POTENSI UNGGULAN DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN KAUR

Potensi Perikanan Tangkap dan Pengembangan Industri Hasil Laut

Kabupaten Kaur memiliki garis pantai yang panjang dengan beberapa titik pendaratan ikan serta Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Muara Sambat. Kondisi tersebut menjadi bagian dari potensi kelautan Provinsi Bengkulu yang memiliki luas laut sebesar 12.335,2 km² dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produksi serta pengelolaan hasil laut di Kabupaten Kaur.

Potensi produksi lestari laut Bengkulu mencapai 126.217 ton, sedangkan tingkat pemanfaatannya baru sekitar 62.290,5 ton atau 49,35%. Dengan demikian masih terdapat peluang pemanfaatan sebesar sekitar 63.926,5 ton atau 50,64% dari potensi yang tersedia.

126.217 ton Potensi produksi lestari laut Bengkulu.
49,35% Tingkat pemanfaatan potensi laut saat ini, sekitar 62.290,5 ton.
50,64% Peluang potensi yang masih dapat dimanfaatkan, sekitar 63.926,5 ton.
Data Utama Perikanan Tangkap Kabupaten Kaur
7.677 ton Produksi Perikanan Tangkap Laut
361 ton Produksi Perikanan Perairan Umum Daratan
8.038 ton Total Produksi Perikanan Tangkap
Rp199,05 miliar Nilai Produksi Perikanan Tangkap Laut
Rp10,26 miliar Nilai Produksi Perairan Umum Daratan
Rp209,31 miliar Total Nilai Produksi Perikanan

Komoditas Utama Perikanan

Tuna
Tongkol
Cakalang
Tenggiri
Kakap
Ikan Konsumsi Lainnya

Sentra Perikanan Tangkap Provinsi Bengkulu

Kabupaten Kaur merupakan salah satu sentra perikanan tangkap laut utama di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan data statistik resmi, wilayah pesisir paling selatan Bengkulu ini secara konsisten bersaing pada jajaran tiga besar penghasil tangkapan laut dari sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, setelah Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara.

Perikanan Perairan Umum Daratan

Kabupaten Kaur menempati posisi pertama dalam produksi perikanan perairan umum daratan di Provinsi Bengkulu. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan sektor perikanan tidak hanya bertumpu pada sumber daya laut, tetapi juga memiliki peluang pada sumber daya perairan daratan.

Kabupaten Kaur memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk pengembangan industri perikanan berbasis sumber daya lokal. Komoditas hasil tangkapan seperti tuna, tongkol, cakalang, tenggiri, kakap, dan berbagai jenis ikan konsumsi lainnya menjadi sumber bahan baku yang potensial bagi industri pengolahan hasil perikanan.

Capaian produksi tersebut menunjukkan besarnya potensi sumber daya perikanan daerah yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi bernilai tambah tinggi.

Peluang Investasi Strategis
Modernisasi Armada Penangkapan Penyediaan kapal, alat tangkap modern, sistem navigasi, dan peralatan pendukung untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
Pelabuhan Perikanan dan TPI Pengembangan fasilitas pendaratan ikan, dermaga, pengelolaan hasil tangkap, serta layanan pelabuhan perikanan.
Cold Storage dan Pabrik Es Pengembangan fasilitas rantai dingin untuk menjaga mutu, kualitas, serta memperpanjang masa simpan hasil perikanan.
Industri Pengolahan Hasil Laut Peluang pengolahan ikan beku, fillet, produk olahan, pengalengan, serta berbagai produk makanan berbasis hasil laut.
Sistem Logistik Perikanan Pengembangan jaringan distribusi, gudang, kendaraan berpendingin, dan integrasi rantai pasok.
Pemasaran Domestik Peningkatan akses pasar regional dan nasional bagi produk perikanan Kabupaten Kaur.
Pasar Ekspor Pengembangan standar kualitas, pengemasan, sertifikasi, dan jaringan pemasaran untuk menembus pasar ekspor.
Industri Berbasis Pesisir Pengembangan kawasan usaha perikanan terpadu yang terhubung dengan masyarakat nelayan dan aktivitas ekonomi pesisir.
Prospek Pengembangan Industri Perikanan Kabupaten Kaur Dengan dukungan sumber daya perikanan yang melimpah, posisi geografis yang strategis di pesisir barat Sumatera, serta tingginya nilai produksi yang telah dicapai, Kabupaten Kaur memiliki prospek kuat untuk berkembang sebagai salah satu sentra perikanan tangkap dan industri pengolahan hasil laut di Provinsi Bengkulu. Pengembangan sektor ini dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta memperkuat daya saing investasi Kabupaten Kaur.
Sektor industri dan energi Kabupaten Kaur
Industri Kabupaten Kaur
Energi Kabupaten Kaur
Potensi pertambangan Kabupaten Kaur

Sektor Industri, Pertambangan, dan Energi

POTENSI UNGGULAN DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN KAUR

Potensi Industri, Pertambangan, dan Pengembangan Energi

Sektor industri, pertambangan, dan energi merupakan salah satu penyusun struktur perekonomian yang memiliki peranan penting. Di Kabupaten Kaur, kegiatan pertambangan yang dominan adalah penambangan pasir besi. Pada sektor industri, usaha pembuatan batu bata, pengolahan tahu dan tempe, serta penggilingan padi menjadi kegiatan yang cukup dominan.

Pada sektor energi, kebutuhan listrik masyarakat dipasok melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pada tahun 2025, besarnya daya terpasang mencapai 48.439.000 KW, produksi listrik mencapai 10.500.583 KWh, sedangkan listrik yang terjual mencapai 6.778.294 KWh untuk melayani 41.229 pelanggan.

Saat ini telah dibangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH), yaitu PLTMH Padang Guci I dan PLTMH Padang Guci II, yang diharapkan dapat meningkatkan pasokan energi di Kabupaten Kaur dan Provinsi Bengkulu.

Industri Kegiatan industri yang dominan meliputi pembuatan batu bata, industri tahu dan tempe, serta usaha penggilingan padi.
Pertambangan Kabupaten Kaur memiliki potensi sumber daya tambang, khususnya pasir besi, yang menjadi salah satu komoditas pertambangan daerah.
Energi Pengembangan energi diarahkan pada penguatan kelistrikan dan pemanfaatan aliran sungai berarus deras untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

Data Kelistrikan Kabupaten Kaur Tahun 2025

48.439.000 KW Daya terpasang
10.500.583 KWh Produksi listrik
6.778.294 KWh Listrik terjual
41.229 Jumlah pelanggan listrik

PLTMH Padang Guci I dan II

Keberadaan PLTMH Padang Guci I dan PLTMH Padang Guci II menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber energi terbarukan di Kabupaten Kaur. Pemanfaatan tenaga air berpotensi memperkuat pasokan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.

Potensi Energi Sungai

Kabupaten Kaur memiliki sejumlah sungai berarus deras yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air dan mikrohidro. Potensi tersebut membuka ruang investasi pada energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, dan sistem pembangkit skala lokal.

Sungai Potensial untuk Pengembangan Energi
Sungai Luas Potensi pemanfaatan tenaga air
Sungai Padang Guci Potensi pengembangan pembangkit mikrohidro
Sungai Kinal Potensi energi terbarukan berbasis aliran sungai
Sungai Muara Nasal Potensi pengembangan sistem pembangkit tenaga air
Peluang Investasi Strategis
Industri Pengolahan Lokal Pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, pangan, bahan bangunan, serta produk usaha kecil berbasis sumber daya lokal.
Pengolahan Pasir Besi Peluang investasi pada kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemanfaatan pasir besi sesuai ketentuan lingkungan dan tata ruang.
PLTMH dan Energi Terbarukan Pengembangan pembangkit tenaga mikrohidro pada sungai-sungai potensial serta penguatan jaringan energi lokal.
Infrastruktur Kelistrikan Pengembangan jaringan distribusi, fasilitas pendukung, serta sistem energi yang mendukung pertumbuhan industri dan kawasan ekonomi.
Prospek Pengembangan Industri dan Energi Potensi pasir besi, keberadaan industri rakyat, kebutuhan energi yang terus berkembang, serta ketersediaan sungai berarus deras memberikan peluang bagi Kabupaten Kaur untuk mengembangkan industri berbasis sumber daya lokal dan energi terbarukan. Pengembangan sektor ini dapat memperkuat infrastruktur ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing investasi daerah.
Produk UMKM Kabupaten Kaur
Pelaku UMKM Kabupaten Kaur
Produk lokal Kabupaten Kaur
Kegiatan UMKM Kabupaten Kaur

Sektor UMKM

USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH DAN EKONOMI KREATIF

UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan Kabupaten Kaur

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kaur didominasi oleh tiga subsektor utama, yaitu kuliner olahan, kerajinan tangan, dan perdagangan. Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan potensi tersebut melalui pendampingan usaha, sertifikasi, serta fasilitasi akses pasar yang lebih luas.

Kuliner dan Makanan Menjadi salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan. Produk unggulan meliputi kerupuk ikan khas Kaur, sirup jahe, kopi lokal, serta berbagai jajanan dan olahan pangan daerah.
Kerajinan dan Kreatif Berperan penting dalam industri rumah tangga melalui produksi kerajinan tangan lokal, produk kreatif, serta kain khas daerah seperti Batik Kaur.
Perdagangan Menjadi saluran utama distribusi produk UMKM kepada masyarakat dan wisatawan serta membuka peluang pengembangan pasar modern, digital, dan berbasis destinasi wisata.

Produk dan Potensi Unggulan UMKM

Kerupuk Ikan Kaur
Sirup Jahe
Kopi Lokal
Batik Kaur
Kerajinan Lokal

Pembinaan dan Legalitas

Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan, pemerintah daerah terus mengajak pelaku usaha kecil untuk bergabung sebagai mitra binaan. Pelaku usaha dapat memperoleh fasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas usaha, kemudahan pengurusan izin, pendampingan legalitas, serta dukungan promosi melalui bazar dan pameran daerah seperti peringatan Hari Jadi Kabupaten Kaur.

Integrasi dengan Pariwisata

Untuk meningkatkan nilai jual dan memperluas pangsa pasar, pengembangan UMKM dapat disinergikan dengan sektor pariwisata unggulan daerah. Destinasi wisata dapat menjadi etalase produk lokal, ruang promosi, lokasi pemasaran, serta tempat tumbuhnya kegiatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Peluang ekonomi kreatif Kabupaten Kaur tidak hanya perlu dipandang sebagai kegiatan UMKM yang berdiri sendiri, tetapi dapat dikembangkan sebagai rantai bisnis pendukung destinasi dan ruang publik. Pantai Laguna dapat menjadi salah satu etalase utama produk lokal, sementara hilirisasi hasil laut, kopi, jajanan tradisional, event komunitas, pop-up market, fasilitas olahraga-rekreasi, dan ruang kerja terbuka dapat memperluas nilai ekonomi ke luar kawasan wisata.

Ekosistem Investasi Pantai Laguna dan Produk Lokal Pantai Laguna sebagai jangkar destinasi, UMKM, dan hilirisasi sebagai nilai tambah
PANTAI
LAGUNA SIAP
INVESTASI
Akomodasi Resort, vila, glamping, homestay tematik
Kuliner dan UMKM Restoran seafood, food court, kopi lokal, jajanan khas
Amenitas Wisata Beach club keluarga, gazebo, boardwalk, toilet, parkir
Hilirisasi Hasil Laut Olahan gurita, abon, kerupuk ikan, makanan kaleng siap saji
Pemasaran dan Event Sentra oleh-oleh, festival kuliner pantai, prewedding, promosi digital
Catatan: Diagram ini menggambarkan alur peluang investasi. Rincian teknis, kebutuhan investasi, kelayakan usaha, dan skema kerja sama dapat dikembangkan pada tahap kajian investasi lanjutan.
Pariwisata Kabupaten Kaur
Wisata Kabupaten Kaur
Pantai Kabupaten Kaur
Destinasi wisata Kabupaten Kaur

Sektor Pariwisata

POTENSI DESTINASI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN KAUR

Pengembangan Destinasi, Akomodasi dan Ekonomi Wisata

Pada periode 2022–2025, ketersediaan data jumlah rumah makan/restoran di Kabupaten Kaur baru tersedia untuk tahun 2024–2025. Pada tahun 2024 tercatat terdapat 7 rumah makan/restoran, yang kemudian meningkat tajam menjadi 25 unit pada tahun 2025.

Peningkatan tersebut menunjukkan berkembangnya aktivitas usaha kuliner di berbagai kecamatan, terutama di Kaur Selatan, Tanjung Kemuning, Nasal, dan Semidang Gumay. Kondisi ini mengindikasikan pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal serta meningkatnya kebutuhan layanan makan dan minum seiring mobilitas penduduk dan aktivitas perdagangan.

Sementara itu, jumlah hotel dan penginapan mengalami penurunan pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2024 terdapat 14 hotel dan 16 penginapan, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi 9 hotel dan 8 penginapan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas akomodasi di Kabupaten Kaur masih terbatas dan cenderung terkonsentrasi di beberapa kecamatan tertentu, seperti Kaur Selatan dan Tanjung Kemuning.

7 → 25 Rumah makan/restoran meningkat dari 7 unit pada 2024 menjadi 25 unit pada 2025.
14 → 9 Jumlah hotel menurun dari 14 unit pada 2024 menjadi 9 unit pada 2025.
16 → 8 Jumlah penginapan menurun dari 16 unit menjadi 8 unit pada 2025.
Peluang Terbuka ruang investasi baru untuk akomodasi, amenitas, kuliner dan pengembangan destinasi.

Zona Pengembangan Wisata Daerah

Pantai Laguna
Pantai Way Hawang
Pantai Linau
Pantai Sekunyit

Tabel Potensi Wisata Kabupaten Kaur Berdasarkan Kecamatan

Sumber data: Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur, 2025.

Kecamatan Potensi Wisata Daya Tarik Fokus Pengembangan
Maje Danau Kembar (Desa Suka Menanti) Ekowisata danau, alam Fasilitas tambahan dan atraksi budaya.
Nasal Pantai Linau Wisata bahari Pengembangan destinasi bahari unggulan.
Nasal Pantai Way Hawang Wisata bahari Peningkatan kunjungan wisata bahari.
Nasal Pantai Laguna (Desa Merpas) Wisata bahari dan rekreasi Pengembangan destinasi bahari utama.
Kaur Selatan Kawasan Agrowisata 4 Desa: Suka Menanti, Tanjung Agung, Tanjung Beringin, Tanjung Baru Agrowisata berbasis desa Kawasan agrowisata terpadu.
Kaur Selatan Pantai Pengubaian Resort Wisata pantai Destinasi pariwisata bahari unggulan.
Kaur Selatan Pantai lain dan wisata alam pesisir Alam bahari Atraksi masyarakat lokal dan pengembangan pantai.
Kaur Tengah Pantai lokal/wisata alam pesisir Wisata pantai dan alam Peningkatan fasilitas destinasi alam.
Kaur Tengah Desa wisata Budaya dan desa wisata Pengembangan desa wisata.
Tetap Pesisir dan lokasi wisata alam Alam dan pantai Pengembangan potensi pantai/alam.
Muara Sahung Bukit Kumbang Wisata religi dan alam Pengembangan wisata religi, jalur kunjungan, penataan fasilitas dasar, dan promosi destinasi.
Semidang Gumay Potensi alam dan budaya lokal Alam dan budaya Desa wisata dan event budaya lokal.
Tanjung Kemuning Wisata alam/kawasan pesisir Pantai dan alam Wisata pantai dan ekowisata lokal.
Padang Guci Hulu Gunung Patah Wisata religi, alam, dan pegunungan Pengembangan wisata religi dan minat khusus berbasis alam pegunungan.
Padang Guci Hilir, Lungkang Kule, Kelam Tengah, Kinal, Kaur Utara Potensi alam lokal Alam/budaya Potensi awal: peningkatan fasilitas dan promosi.
Pantai Laguna Kabupaten Kaur
Pantai Laguna
Wisata Pantai Laguna

Potensi Investasi Pantai Laguna

Pantai Laguna terletak di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur. Salah satu kota yang paling dekat dengan pantai tersebut adalah Kota Bintuhan, dengan jarak sekitar 32 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.

Pantai Laguna memiliki potensi investasi tinggi dalam sektor ekowisata bahari. Peluang investasi meliputi pengembangan resor ramah lingkungan, penyediaan fasilitas olahraga air seperti snorkeling dan selancar, serta pengembangan kuliner dan kafe tepi pantai yang dapat mendukung agenda pariwisata tahunan seperti Festival Gurita.

Pengembangan Pantai Laguna tidak hanya membuka peluang investasi pada sektor akomodasi dan amenitas wisata, tetapi juga dapat mendorong lahirnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis komoditas lokal dan aktivasi ruang publik. Produk olahan gurita, ikan laut, kopi Robusta dan jajanan tradisional dapat dikembangkan sebagai produk khas destinasi.

Kesiapan Investasi Pantai Laguna

Prasyarat awal yang mendukung kelayakan pengembangan investasi.

Aspek Kesiapan Kondisi Saat Ini Nilai bagi Investor
Aksesibilitas Akses jalan menuju kawasan dalam kondisi baik. Mempermudah mobilitas wisatawan, logistik usaha, dan pengembangan amenitas.
Legalitas/status lahan Sertifikat/status lahan tersedia. Mengurangi ketidakpastian awal bagi calon investor dan memperjelas ruang kerja sama.
Telekomunikasi Sinyal/jaringan komunikasi tersedia. Mendukung transaksi digital, promosi online, reservasi, dan operasional usaha.
Fasilitas dasar Area parkir dan toilet tersedia. Memberikan fondasi awal bagi peningkatan kualitas layanan wisata.
Daya tarik wisata Laguna alami, pantai, pasir putih, air jernih, dan suasana rekreasi bahari. Mendukung pengembangan resort, kuliner, wahana air ringan, dan event wisata.

Peluang Investasi dan Konsep Pengembangan Pantai Laguna

Peluang Konsep Pengembangan Dampak Ekonomi
Resort, villa, atau glamping Akomodasi tepi pantai dengan konsep natural, keluarga, dan eco-leisure. Lama tinggal wisatawan meningkat, belanja wisata bertambah, dan peluang tenaga kerja lokal.
Laguna beach club keluarga Area rekreasi tertata dengan gazebo, kursi pantai, area santai, spot foto, dan layanan kuliner. Meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan pendapatan amenitas.
Restoran seafood dan food court UMKM Kuliner hasil laut, sate/rendang/kerupuk gurita, olahan ikan, kopi lokal, dan jajanan tradisional. Menghubungkan destinasi dengan UMKM lokal dan memperkuat identitas kuliner Kaur.
Wahana wisata air ringan Kayak, paddle board, pelampung, perahu wisata, dan aktivitas rekreasi yang menyesuaikan aspek keselamatan. Menambah atraksi dan alasan kunjungan berulang.
Sentra oleh-oleh Pantai Laguna Outlet produk khas Kaur: gurita kemasan, abon/kerupuk ikan, kopi Robusta, kelicuk, bipang, juada keras, dan produk lokal lainnya. Membuka kanal penjualan produk UMKM secara langsung kepada wisatawan.
Event dan wedding destination Pre-wedding, gathering, festival kuliner pantai, event komunitas, dan agenda promosi wisata. Meningkatkan kunjungan musiman dan memperluas pasar wisata.

Investasi yang Direkomendasikan

1
Membangun kerja sama pasokan dengan kelompok tani kopi, nelayan gurita, dan pelaku UMKM lokal agar bahan baku stabil serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat daerah.
2
Memastikan legalitas produk melalui sertifikasi Halal, PIRT, BPOM sesuai jenis produk, serta penguatan label dan informasi kemasan.
3
Mengintegrasikan promosi produk dengan kalender event wisata daerah, paket kunjungan destinasi, dan kanal pemasaran digital.
4
Mendorong kurasi produk unggulan sebagai oleh-oleh resmi atau produk khas destinasi untuk memperkuat identitas wisata Kabupaten Kaur.
Pantai Laguna sebagai Jangkar Pengembangan Wisata Pantai Laguna dapat dikembangkan sebagai jangkar destinasi bahari Kabupaten Kaur melalui integrasi akomodasi, kuliner, UMKM, amenitas, olahraga air, event, serta hilirisasi produk lokal. Pengembangan yang terintegrasi dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan, membuka lapangan kerja, memperluas pasar UMKM, serta meningkatkan daya tarik investasi sektor pariwisata Kabupaten Kaur.

Obyek Wisata Kabupaten Kaur

Jelajahi pesona wisata bahari, danau, air terjun, serta keindahan alam Kabupaten Kaur.

1
Pantai Way Hawang Desa Way Hawang • Kecamatan Maje

Berlokasi di Desa Way Hawang, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Pantai Wai Hawang menawarkan pemandangan yang sangat mempesona. Pantai ini memiliki pasir putih yang indah serta sebuah karang berbentuk kapal yang disebut Batu Jung, yang berdiri kokoh di bibir pantai. Mitos yang berkembang di kalangan masyarakat setempat mengenai Batu Jung menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain itu, suasana pantai yang berpadu dengan alam hijau sekitar membuatnya menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai, hanya sekitar 15 km dari pusat kota Bintuhan.

2
Pantai Cukoh Kecamatan Kaur Selatan

Pantai Cukoh Bintuhan adalah pilihan terbaik untuk liburan bersama keluarga. Keindahan pasir putih dan rindangnya pohon kelapa di sekitar pantai menjadikan tempat ini begitu menyegarkan. Terletak di Kecamatan Kaur Selatan, Pantai Cukoh menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun luar daerah yang mencari ketenangan dan keindahan alam.

3
Pantai Pengubaian Dekat pusat Kota Bintuhan

Pantai Pangubaian, yang terletak dekat dengan pusat kota Bintuhan, menawarkan panorama yang sangat indah. Berbeda dengan pantai lainnya, Pantai Pangubaian sudah dikelola dengan baik dan merupakan satu-satunya pantai di Kaur yang memiliki spot untuk berselancar. Keindahan pantai dan fasilitas yang ada menjadikannya destinasi yang sangat populer bagi para wisatawan.

4
Pantai Laguna Kaur Desa Merpas • Kecamatan Nasal

Dikenal sebagai Pantai Laguna Samudera, merupakan destinasi wisata bahari unggulan di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur. Terletak sekitar 25 km dari Kota Bintuhan ke arah perbatasan Provinsi Lampung, pantai ini terkenal dengan hamparan pasir putih, air laut yang jernih, dan laguna alami yang tenang dan aman untuk berenang.

5
Pantai Linau Kabupaten Kaur

Pantai Linau merupakan pantai pertama yang akan wisatawan jumpai ketika memasuki Kabupaten Kaur dari Kota Bengkulu. Rasanya sangat sayang bila dilewatkan, sebab wisatawan dapat berenang dengan aman karena ombaknya tidak terlalu besar. Keseruan lainnya adalah melihat aktivitas nelayan menangkap gurita. Hasil tangkapan akan dimasak menjadi sate gurita. Kemudian, keindahan terumbu karang juga menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang sebab kondisinya masih terawat.

6
Pantai Air Langkap Kecamatan Kaur Tengah

Objek wisata Pantai Air Langkap terkenal pada tahun 2019. Sejumlah wisatawan lokal maupun luar kota tertarik untuk datang. Berada di Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur. Walaupun lokasinya cukup jauh dari Kota Bengkulu, yang berkunjung tidak akan sia-sia. Suasana pantai sejuk dengan pemandangan batu karang yang indah memberikan keseruan tersendiri. Terlebih, bisa dimanfaatkan sebagai lokasi foto prewedding ataupun unggahan di media sosial.

7
Pantai Hili Kecamatan Semidang Gumay

Pantai Hili termasuk salah satu spot berlibur yang populer di Kabupaten Kaur, tepatnya di Kecamatan Semidang Gumay. Pemandangannya eksotis dengan jejeran pohon kelapa dan ombak laut lepas Samudra Hindia. Momen bersantai ditemani dengan ombak laut dan suasana sejuk semilir angin pantai. Tersedia juga kedai makanan di pinggir pantai yang menyajikan berbagai kuliner. Salah satu yang menarik adalah sate gurita khas Kaur.

8
Curug Nibung Kecamatan Tetap

Wisata alam Curug Nibung berada di Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur. Lokasi objek wisata ini bisa dibilang hidden gem, karena terletak di tengah hutan dengan rute perjalanan yang cukup rumit. Sebab, berada di atas bukit dan perkebunan masyarakat. Curug Nibung terbentuk karena proses alami dari alam. Terdapat susunan batu dan air terjun yang sejuk sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk.

9
Air Terjun Batu Rigis Desa Bungin Tambun • Kecamatan Padang Guci Hulu

Air Terjun Batu Rigis berada di kawasan Desa Bungin Tambun, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, terkenal dengan air yang jernih dengan suasana pepohonan asri. Penamaan air terjun Batu Rigis diambil dari Bahasa Bengkulu, yaitu Rigis yang artinya kasar. Memang, permukaan batu di sekitar air terjun ini cukup tajam dan kasar. Maka dari itu, ketika bermain air harus tetap hati-hati.

10
Danau Kembar Kecamatan Maje • Sekitar Pantai Way Hawang

Berada di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, tepatnya di sekitar Pantai Way Hawang ada dua buah danau yang berdampingan. Masyarakat setempat menyebutnya Danau Kembar. Danau Kembar memiliki panorama hutan pinus yang menyejukkan dan dimanfaatkan warga untuk mencari ikan. Satu hal menarik dari danau ini adalah tidak mengalami kekeringan walaupun musim kemarau melanda.

PENUTUP

Demikian Penyusunan Profil Investasi Kabupaten Kaur ini kami sajikan, dengan harapan dapat memberikan informasi yang komprehensif terkait dengan potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Kaur. Informasi tersebut kiranya dapat memberikan rincian ilustrasi yang mencakup sumber daya potensial, sumber daya manusia, infrastruktur, regulasi, aspek lingkungan dan ketersediaan lahan, peluang pasar serta perkiraan nilai investasi, sekaligus bahan pertimbangan bagi calon investor maupun pemangku kebijakan.

Sudah barang tentu Buku Profil Investasi Kabupaten Kaur ini masih jauh dari sempurna, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi menjadikan buku ini lebih sempurna. Akhir kata tim penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu sehingga dapat terselesaikannya penyusunan Buku Profil Investasi Kabupaten Kaur.

DPMPTSP Kabupaten Kaur Ps. Baru, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Bengkulu
Potensi pertanian Kabupaten Kaur
Potensi perkebunan Kabupaten Kaur
Potensi perikanan Kabupaten Kaur
Potensi investasi Kabupaten Kaur
Komoditas Kabupaten Kaur
Produk Kabupaten Kaur
Sektor unggulan Kabupaten Kaur
Peluang investasi Kabupaten Kaur

Tabulasi Data

Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Kaur 2026

Rangkuman sektor, jenis kegiatan, lokasi, dan pelaksana pengembangan potensi investasi Kabupaten Kaur.

No. Sektor / Subsektor Jenis Kegiatan Lokasi Pelaksana
1 PERTANIAN
  • Peningkatan produksi pertanian tanaman pangan, khususnya padi dan palawija.
  • Peningkatan dan pengembangan produksi hortikultura, meliputi sayuran, buah-buahan, biofarmaka, dan tanaman hias.
  • Pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.
  • Pengembangan pertanian lahan basah atau persawahan dan perkebunan kelapa.
Kabupaten Kaur

Kaur Tengah

Kaur Tengah, Padang Guci Hilir, Tetap, Kelam Tengah
Pemerintah Daerah dan Masyarakat
2 PERKEBUNAN
  • Peningkatan produksi tanaman perkebunan utama, yaitu kelapa sawit, karet, dan kelapa.
  • Pengolahan hasil tanaman perkebunan, terutama kelapa.
Kabupaten Kaur

Kaur Utara, Kinal, Nasal, Semidang Gumay, Padang Guci Hulu, Lungkang Kule, Luas, Muara Sahung, Tetap, Kelam Tengah
Pemerintah Daerah dan Masyarakat
3 KELAUTAN & PERIKANAN
  • Pengembangan perikanan tangkap dan tambak udang.
  • Pengembangan industri pengolahan produk perikanan berbasis sumber daya lokal.
  • Pengembangan mata rantai usaha perikanan, meliputi modernisasi armada penangkapan, pembangunan pelabuhan perikanan dan tempat pendaratan ikan (TPI), fasilitas ruang pendingin atau cold storage, pabrik es, industri pengolahan hasil laut, serta sistem logistik dan pemasaran yang terintegrasi.
Perairan Kabupaten Kaur Pemerintah Daerah dan Masyarakat
6 INDUSTRI, PERTAMBANGAN & ENERGI
  • Pengembangan energi kelistrikan dengan memanfaatkan potensi arus deras sungai yang ada di Kabupaten Kaur.
  • Pemanfaatan potensi sumber daya alam, terutama pasir besi.
Sungai Luas,
Sungai Padang Guci,
Sungai Kinal,
Sungai Muara Nasal.

The Rivers of Luas, Padang Guci, Kinal, dan Muara Nasal
Pemerintah Daerah
7 PERDAGANGAN & UMKM
  • Peningkatan produksi industri UMKM pada tiga subsektor utama: kuliner olahan, kerajinan tangan, dan perdagangan.
  • Pemberian pendampingan, sertifikasi, dan fasilitasi akses pasar yang lebih luas.
Kabupaten Kaur Pemerintah Daerah
8 PERHUBUNGAN & KOMUNIKASI
  • Pengembangan Pelabuhan Linau untuk mendukung kegiatan perekonomian Kabupaten Kaur.
  • Peningkatan kondisi sarana dan prasarana perhubungan, terutama jalan dan jembatan.
  • Peningkatan jaringan komunikasi nirkabel 5G/4G.
Kabupaten Kaur Pemerintah Daerah
9 PARIWISATA
  • Peningkatan sarana dan prasarana pariwisata dan perhotelan.
  • Pembinaan dan pemeliharaan sarana pariwisata.
  • Promosi destinasi wisata di Kabupaten Kaur.
  • Pengembangan Pantai Laguna.
  • Diklat untuk staf agen/biro perjalanan wisata dan pemandu wisata.
  • Event pariwisata tahunan.
Pantai Laguna,
Pantai Way Hawang,
Pantai Linau,
Pantai Sekunyit
Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Catatan: Tabel di atas digabungkan dari dua gambar sumber yang diberikan. Nomor 4 dan 5 tidak terlihat pada gambar yang tersedia, sehingga tidak ditambahkan agar tidak mengubah atau mengarang data sumber.

Peta Potensi Investasi Kabupaten Kaur

Arahkan kursor pada nomor kecamatan untuk melihat potensi unggulan dan gambar pendukung.

Peta Administrasi Kabupaten Kaur
3
3 Kecamatan Kaur Selatan
Perdagangan, Jasa & Perikanan

Pusat bisnis Bintuhan, TPI, dan pertanian padi.

4
4 Kecamatan Tetap
Pertanian & Industri Kecil

Padi, palawija, industri kerajinan dan makanan.

5
5 Kecamatan Kaur Tengah
Pertanian & Perdagangan

Lahan persawahan dan sentra pasar lokal.

6
6 Kecamatan Luas
Perkebunan & Energi

Kopi, karet, dan potensi aliran sungai/DAS.

7
7 Kecamatan Muara Sahung
Perkebunan & Energi Terbarukan

Kopi Robusta berkualitas tinggi dan potensi air hulu.

8
8 Kecamatan Kinal
Pertanian & Peternakan

Karet, kopi, peternakan sapi dan kambing.

9
9 Kecamatan Semidang Gumay
Pariwisata & Pertanian

Wisata pantai dan pertanian padi.

11
11 Kecamatan Kelam Tengah
Kelautan & Pertanian

Padi dan ikan tangkap karang.

15
15 Kecamatan Lungkang Kule
Perkebunan & Kerajinan

Kopi, karet, serta kerajinan bambu dan rotan.

Petunjuk: arahkan kursor pada nomor 1–15 untuk melihat nama kecamatan, empat gambar potensi, dan sektor unggulannya.