
EXECUTIVE SUMMARY
Kabupaten Kaur terletak antara 4O15’8,21” - 4O55’27,27” Lintang Selatan dan 103O4’8,76” - 103O46’50,12” Bujur Timur, berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lahat (di Utara), Kabupaten Pesisir Barat (di Selatan), Samudera Hindia (di Barat), dan Kabupaten OKU (di Timur). Dengan posisi strategis tersebut didukung jumlah penduduk yang mencapai 135.779 jiwa serta sumber daya alam yang melimpah, membuat Kabupaten ini menjadi Kabupaten yang siap untuk maju ke depan dengan serangkaian rencana pembangunannya.
Kesemuanya masih memerlukan uluran tangan pemilik modal baik dari Dalam Negeri (PMDN) maupun dari Luar Negeri (PMA) guna dapat mewujudkan “Menuju Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera dan Bahagia” sebagaimana Visi Kabupaten Kaur dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 yang tidak dapat ditangani secara penuh oleh Pemerintah Daerah.
Buku Profil Investasi Kabupaten Kaur menjelaskan secara singkat dan padat tentang Potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Kaur dengan segenap informasi lainnya, seperti; gambaran umum daerah, infrastruktur, insentif dan prosedur perizinan serta informasi lainnya yang mendukung aktifitas kegiatan investasi.
Berbagai sektor antara lain Sektor Pertanian (dalam arti luas); Kelautan & Perikanan; Perhubungan & Komunikasi; Industri, Pertambangan & Energi; Perdagangan & UMKM; dan Pariwisata memungkinkan untuk dikembangkan dan memiliki potensi dan peluang investasi yang cukup menjanjikan.
Diharapkan uraian dalam buku ini dapat menjadi salah satu rujukan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dan pembuat kebijakan (policy makers) baik di tingkat daerah maupun Pusat untuk mewujudkan menuju Kabupaten Kaur yang maju, sejahtera dan bahagia.
Kabupaten Kaur, Juli 2026

PROFIL KEPALA DAERAH
Gusril Pausi adalah Bupati Kabupaten Kaur periode 2025-2030. Kepemimpinan Gusril Pausi sebagai bupati dimulai sejak dilantik pada Kamis (20/2/2025) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan Bupati Gusril Pausi dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Sosok Gusril Pausi merupakan pemenang Pilkada Kaur tahun 2024. Bupati Gusril Pausi didampingi Abdul Hamid sebagai Wakil Bupati, dalam mejalankan Pemerintahan Kabupaten Kaur.
Pasangan Gusril dan Hamid mendapat kepercayaan luas dari masyarakat Kaur dalam Pilkada 2024. Di bawah kepemimpinan mereka, masyarakat berharap akan adanya terobosan di berbagai sektor seperti pendidikan, infrastruktur, dan peningkatan ekonomi.
Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P, dilahirkan di Coko Enau, pada tanggal 11 Agustus 1972.
Riwayat Pendidikan
- S2 di Universitas Prof. DR. Hazairin 2018-2020
- S1 di Universitas Prof. DR. Hazairin 1996-2000
- SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu 1989-1992
- SMP Negeri Padang Guci (1989).
- SD Negeri Bungin Tambun I (1986)
Riwayat Pekerjaan
- Kasubbag Kebutuhan dan Pengadaan Kota Bengkulu (2010-2013)
- Kasubbag Penyimpanan, Pendistribusian, dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bengkulu (2013- 2014)
- Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bengkulu (2014-2015)
- Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kaur 2016-2026
- Bupati Kaur (2016-2021)
Penghargaan
- Bujang Bengkulu dari Dinas Kebudayaan dari Pemkot Bengkulu 1996
- Piagam telah Menjamin Rakyat Sehat dan Sejahtera dari JKN-KISKEMENSOS RI tahun 2017
- Telah berkomitmen Dalam Rangka Kampanye Meales Rubella dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2018.


SAMBUTAN KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP KABUPATEN KAUR
Dino Sulono, S.T., M.Si.
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi wa barakatuh,
Syukur alhamdulillah akhirnya buku Profil Investasi Kabupaten Kaur dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Kaur, Bapak Gusril Pausi S.Sos., M.A.P. yang telah memberikan kepercayaan kepada kami didalam mengumpulkan dan menyusun data untuk diwujudkan dalam bentuk buku, menerbitkan, mendistribusikan serta mempublikasikan keberbagai media.
Buku Profil Investasi Kabupaten Kaur menjelaskan secara singkat dan padat tentang Potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Kaur dengan segenap informasi lainnya, seperti; gambaran umum daerah, infrastruktur, insentif dan prosedur perizinan serta informasi lainnya yang mendukung aktifitas kegiatan investasi, dengan tujuan utama adalah mengajak investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kaur dalam upaya mewujudkan “Menuju Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera dan Bahagia” sebagaimana Visi Kabupaten Kaur dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 yang tidak dapat ditangani secara penuh oleh pemerintah daerah. Kami masih sangat membutuhkan uluran partisipasi dari para Investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kaur, baik itu investasi dalam negeri (PMDN) maupun investasi luar negeri (PMA).
Akhirnya, dari “Bumi Se’ase Seijean” kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi besar dalam penyusunan buku ini. Kami sangat berkeyakinan bahwa melalui buku ini akan memberikan informasi dalam meningkatkan daya tarik bagi Investor untuk berinvetasi di Kabupaten Kaur sehingga Visi Misi dan Rencana Pembangunan Daerah baik RPJMD maupun RPJPD Kabupaten Kaur dapat terwujud.
Semoga tujuan kami untuk lebih memajukan Kabupaten Kaur ini mendapatkan perhatian dari semua pihak, terutama para Investor baik dari dalam maupun luar negeri.
Terima kasih
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wa barakatuh.

VISI
“Menuju Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera, dan Bahagia.”
MISI
Misi Pertama
Mewujudkan birokrasi pemerintahan yang inovatif, humanis, akuntabel, dan melayani.
Misi Kedua
Meningkatkan dan memeratakan pembangunan infrastruktur dasar dan perkotaan yang seimbang, berkeadilan, dan memperhatikan kelestarian lingkungan.
Misi Ketiga
Membangun masyarakat yang sehat, cerdas, berkualitas, religius, harmonis, dan berdaya saing, dengan memperkokoh nilai-nilai agama, adat budaya, dan kearifan lokal.
Misi Keempat
Membangun kemandirian ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata berbasis ekonomi lokal.
Gambaran Umum Daerah
Kabupaten Kaur
Kabupaten Kaur secara administrasi merupakan wilayah Provinsi Bengkulu yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Kaur.
Geografi
Secara astronomis, Kabupaten Kaur terletak antara 4°15’8,21”–4°55’27,27” Lintang Selatan dan 103°04’8,76”–103°46’50,12” Bujur Timur. Sementara jika dilihat dari letak geografisnya, Kabupaten Kaur di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Lahat, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Barat, di sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia, dan di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten OKU.
Pada tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Kaur mencapai 135.779 jiwa dengan komposisi laki-laki sebesar 51,4% dan perempuan sebesar 48,6% dengan rasio jenis kelamin 106. Struktur umur penduduk menunjukkan bahwa Kabupaten Kaur masih didominasi oleh kelompok usia muda, terutama pada rentang usia 10–19 tahun. Kondisi ini mencerminkan potensi bonus demografi apabila didukung dengan peningkatan kualitas pendidikan dan perluasan kesempatan kerja. Kepadatan penduduk Kabupaten Kaur mencapai 52,54 orang per km².
Luas Wilayah dan Perbatasan
Kabupaten Kaur terletak di ujung selatan Provinsi Bengkulu. Luas wilayah Kabupaten Kaur mencapai lebih kurang 3.025,59 km² atau 302.559 hektare berdasarkan data RPIP Kaur 2025–2045, yang terdiri atas luas daratan sebesar 2.365 km² atau 236.500 hektare dan luas lautan sebesar 660,559 km² atau 66.059 hektare. Kabupaten Kaur memiliki 15 kecamatan, 3 kelurahan, dan 192 desa. Kecamatan terluas adalah Nasal sebesar 562,23 km² atau 21,55%, kemudian Maje sebesar 495,45 km² atau 18,99%, dan Padang Guci Hulu sebesar 431,65 km² atau 16,55%. Jika dilihat dari letak geografisnya, sebagian besar desa atau kelurahan berada bukan di tepi laut, yaitu sebanyak 127 desa/kelurahan, sementara sebanyak 68 desa berada di tepi laut. Jika dilihat dari topografinya, sebagian besar desa memiliki topografi lereng atau puncak, yaitu sebanyak 109 desa/kelurahan. Sementara itu, desa atau kelurahan yang memiliki topografi dataran sebanyak 85 dan topografi lembah sebanyak 1 desa.
Kecamatan dengan Wilayah Terluas
Topografi Desa dan Kelurahan
Sarana dan Prasarana
TRANSPORTASI KABUPATEN KAURTransportasi
Transportasi Darat
Pada tahun 2025, panjang jalan mencapai 776,63 km, dengan rincian 87,05 km jalan negara, 111,04 km jalan provinsi, dan 578,54 km jalan kabupaten. Dari panjang jalan kabupaten tersebut, sepanjang 293,98 km telah diaspal, 105,21 km merupakan jalan kerikil, 104,67 km merupakan jalan tanah, dan 74,68 km berupa jalan dengan permukaan lainnya. Berdasarkan kondisinya, jalan kabupaten terdiri atas jalan dalam kondisi baik sepanjang 121,54 km, kondisi sedang 136,22 km, kondisi rusak 33,35 km, dan kondisi rusak berat sepanjang 287,43 km.
Transportasi Laut
Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong percepatan revitalisasi Pelabuhan Linau yang berada di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur. Keberadaan pelabuhan tersebut diharapkan dapat menjadi pelabuhan pendukung bagi Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, terutama pada saat terjadi kendala operasional yang dapat menghambat aktivitas pelayaran.
Transportasi Udara
Bandara terdekat adalah Bandara Fatmawati Soekarno dengan kode BKS yang berada di Kota Bengkulu. Dari bandara, perjalanan menuju Bintuhan, Kabupaten Kaur dilanjutkan menggunakan mobil atau bus. Transportasi lokal di Kabupaten Kaur meliputi angkutan pedesaan, ojek, dan kendaraan sewaan.
Komunikasi
Kabupaten Kaur memiliki 5 Kantor Pos Pembantu. Untuk penerimaan sinyal internet seluler, belum semua desa mendapatkan sinyal 4G/LTE. Di Kabupaten Kaur terdapat 171 desa yang sudah mendapatkan sinyal 4G/LTE, 14 desa dengan layanan 3G/H/H+/EVDO, serta 10 desa dengan layanan 2,5G/E/GPRS.
Koperasi dan Perbankan
Pada tahun 2025, jumlah koperasi di Kabupaten Kaur tercatat sebanyak 33 unit dengan sebaran yang belum merata antar kecamatan. Jenis koperasi yang paling banyak adalah koperasi simpan pinjam sebanyak 15 unit, diikuti KUD sebanyak 10 unit, koperasi jenis lainnya sebanyak 7 unit, dan koperasi industri kecil serta kerajinan rakyat sebanyak 1 unit.
Keberadaan koperasi masih terkonsentrasi di beberapa kecamatan, terutama Kaur Selatan sebagai wilayah dengan jumlah koperasi terbanyak, disusul oleh Nasal dan Maje. Sementara itu, sebagian kecamatan lainnya belum memiliki koperasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat masih terpusat di wilayah tertentu dan perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata di seluruh Kabupaten Kaur.
Kesehatan
Fasilitas kesehatan merupakan salah satu tolok ukur dalam pencapaian pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kaur. Pada tahun 2025 terdapat 1 rumah sakit di wilayah Kabupaten Kaur, yaitu di Kecamatan Semidang Gumay. Fasilitas kesehatan lainnya meliputi 4 Klinik Pratama yang berada di Kecamatan Nasal sebanyak 1 unit dan Kecamatan Kaur Selatan sebanyak 3 unit, 16 Puskesmas, 7 Puskesmas Pembantu atau Pustu, serta 17 apotek.
Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Kaur terdiri atas 71 tenaga medis, 267 tenaga keperawatan, dan 300 tenaga bidan. Sementara itu, tenaga kesehatan lainnya terdiri atas 45 tenaga kefarmasian, 104 tenaga kesehatan masyarakat, 23 tenaga kesehatan lingkungan, 41 tenaga gizi, 1 tenaga keteknisan medis, dan 58 tenaga teknik biomedika.
Tenaga Kesehatan Kabupaten Kaur
Sumber Daya Manusia
Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, pada tahun 2025 tercatat jumlah sekolah di Kabupaten Kaur sebagaimana disajikan pada tabel berikut.
| No. | Jenis Sekolah | Negeri | Swasta | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1 |
Taman Kanak-Kanak
Raudatul Athfal
|
18
13
|
149
–
|
167
13
|
| 2 |
Sekolah Dasar
Madrasah Ibtidaiyah
|
128
5
|
5
4
|
133
9
|
| 3 |
Sekolah Menengah Pertama
Madrasah Tsanawiyah
|
37
5
|
6
3
|
43
8
|
| 4 |
Sekolah Menengah Atas
Sekolah Menengah Kejuruan
Madrasah Aliyah
|
12
8
2
|
2
2
–
|
14
10
2
|
| 5 | Perguruan Tinggi | – | 1 | 1 |
Ketenagakerjaan
Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja tergolong tinggi dengan sebagian besar penduduk usia 15 tahun ke atas berada dalam angkatan kerja dan mayoritas di antaranya sudah bekerja, sementara tingkat pengangguran relatif rendah.
Namun demikian, masih banyak penduduk yang bekerja pada sektor informal atau pekerjaan dengan status tidak tetap, seperti usaha sendiri, pekerja bebas, dan pekerja keluarga. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, memperluas kesempatan kerja formal, serta memperkuat keterampilan dan produktivitas tenaga kerja di Kabupaten Kaur.
Jumlah angkatan kerja mencapai 74.713 orang dengan rincian 71.816 orang bekerja dan 2.897 orang merupakan pengangguran terbuka. Sementara itu, penduduk yang bukan angkatan kerja tercatat sebanyak 26.697 orang, yang terdiri atas 7.899 orang bersekolah, 13.682 orang mengurus rumah tangga, dan 5.116 orang dengan kegiatan lainnya.
Kondisi Ketenagakerjaan
Besarnya jumlah penduduk yang bekerja menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja yang tinggi. Penguatan sektor formal, peningkatan kompetensi, pelatihan kerja, serta perluasan kesempatan usaha menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pekerjaan dan produktivitas masyarakat Kabupaten Kaur.
Rincian Bukan Angkatan Kerja
Agama
Jumlah agama yang dianut oleh penduduk Kabupaten Kaur terdiri atas lima agama, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha. Islam merupakan agama dengan jumlah pemeluk terbesar, yaitu sebanyak 136.402 orang, dengan sarana ibadah berupa 295 masjid dan 20 musala. Selanjutnya terdapat 479 pemeluk agama Protestan dengan 3 gereja, 159 pemeluk agama Hindu dengan 1 pura, 76 pemeluk agama Katolik dengan 1 gereja, serta 8 pemeluk agama Buddha.
Rumah Ibadah
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
Secara umum, kontribusi penanaman modal oleh investor akan berdampak pada aspek pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Secara ekonomi, penanaman modal dari para investor sangat berpengaruh dalam meningkatkan pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat. Penanaman modal juga dapat menghasilkan devisa bagi daerah yang berasal dari pembayaran pajak oleh perusahaan maupun perorangan. Dana tersebut dapat menjadi bagian dari pendapatan asli daerah yang bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Kaur.
Kontribusi penanaman modal yang dilakukan oleh para investor dalam pembangunan ekonomi secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar kawasan usaha. Investasi akan membuka peluang pekerjaan baru di Kabupaten Kaur. Kehadiran perusahaan yang berinvestasi juga dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat untuk beralih menjadi wiraswasta dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang berbasis pada kesejahteraan masyarakat.
Setiap perusahaan yang melakukan investasi di Kabupaten Kaur setiap tahunnya perlu mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang berasal dari keuntungan perusahaan. Dana tersebut digunakan untuk pembinaan lingkungan sosial, pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial, pemberian beasiswa kepada pelajar berprestasi dan pelajar kurang mampu, serta pelestarian budaya lokal di sekitar wilayah investasi.
Peran Investasi bagi Daerah
Investasi menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah karena memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha, penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan daerah, dan tumbuhnya kegiatan ekonomi baru. Melalui pelayanan perizinan yang mudah, transparan, dan terpadu, Kabupaten Kaur dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik bagi dunia usaha.
Pemanfaatan Dana CSR
Dana tanggung jawab sosial perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi investasi.
Prosedur Perizinan Investasi
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kaur merupakan salah satu instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Kaur dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, cepat, dan berorientasi pada kemudahan berusaha. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, seluruh proses pelayanan perizinan dan nonperizinan diselenggarakan secara terpadu dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, kepastian hukum, akuntabilitas, serta pelayanan prima kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam mendukung implementasi reformasi birokrasi dan percepatan investasi, DPMPTSP Kabupaten Kaur telah menerapkan sistem pelayanan berbasis Online Single Submission atau OSS. Melalui sistem ini, pelaku usaha dapat mengajukan permohonan perizinan secara elektronik, memperoleh Nomor Induk Berusaha, memenuhi komitmen sesuai ketentuan, hingga memperoleh izin usaha dan izin operasional secara lebih efektif sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pelaksanaan pelayanan dilakukan melalui mekanisme yang terstandarisasi, dimulai dari pengajuan permohonan, verifikasi kelengkapan dokumen, evaluasi teknis oleh perangkat daerah terkait, pemeriksaan lapangan apabila diperlukan, pemberian rekomendasi teknis, hingga penerbitan izin oleh DPMPTSP atau melalui sistem OSS. Standar operasional prosedur yang jelas memberikan kepastian proses, transparansi pelayanan, dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap tata kelola perizinan di Kabupaten Kaur.
Sebagai garda terdepan pelayanan investasi, DPMPTSP Kabupaten Kaur juga memberikan pendampingan kepada calon investor dalam proses perizinan, mulai dari konsultasi persyaratan, pengisian data pada sistem OSS, koordinasi dengan perangkat daerah teknis, hingga penyelesaian dokumen perizinan. Pendekatan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi investor agar proses memulai usaha dapat berlangsung secara cepat, mudah, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kaur dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat daya saing daerah. Dengan sistem pelayanan yang terintegrasi, prosedur yang transparan, serta dukungan digital melalui OSS, Kabupaten Kaur terus berupaya menciptakan lingkungan investasi yang aman, efisien, dan ramah bagi investor.
Alur Pelayanan Perizinan
Tahapan umum pelayanan perizinan investasi di Kabupaten Kaur.
Daftar Perizinan DPMPTSP Kabupaten Kaur
Tersedia lebih dari 40 jenis layanan perizinan dan nonperizinan yang mendukung kegiatan investasi, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, tata ruang, dan kegiatan usaha.
Sarana Pendukung Investasi dan Kebijakan Investasi
Perancangan Kebijakan dan Strategi Penanaman Modal Kabupaten Kaur merupakan kebijakan yang disusun berdasarkan pertimbangan hasil identifikasi potensi dan permasalahan yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya. Di samping itu, rancangan kebijakan juga harus merujuk pada Rencana Umum Penanaman Modal Nasional dan Rencana Umum Penanaman Modal Provinsi Bengkulu.
Hal tersebut dilakukan demi terciptanya keterpaduan dan konsistensi arah dalam perencanaan penanaman modal antarlevel pemerintahan, yaitu antara Kabupaten Kaur, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan pemerintah nasional, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 tentang Rencana Umum Penanaman Modal Nasional.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, arah kebijakan dan strategi penanaman modal di Kabupaten Kaur harus merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 dengan sejumlah arah penting sebagai berikut.
Insentif yang Diberikan kepada Investor
Fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal merupakan suatu keuntungan ekonomi yang diberikan kepada sebuah perusahaan atau kelompok perusahaan sejenis untuk mendorong agar perusahaan tersebut melakukan kegiatan yang sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
Pemberian fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal didasarkan pada pertimbangan eksternal dan internal. Pertimbangan eksternal meliputi strategi daerah pesaing, intensitas persaingan dalam menarik penanaman modal, praktik terbaik secara nasional, serta komitmen nasional.
Pertimbangan internal yang perlu diperhatikan meliputi strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan sektoral, kepentingan pengembangan wilayah, tujuan pemberian fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal, keterkaitan sektor yang bersangkutan dengan sektor lainnya, besaran dampak ekonomi, penyerapan tenaga kerja, sinkronisasi dengan kebijakan terkait, serta tujuan pembangunan berkelanjutan.
Prinsip dasar dalam penetapan kebijakan pemberian fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal meliputi efisiensi administrasi, efektivitas, kesederhanaan, transparansi, keadilan, perhitungan dampak ekonomi melalui analisis keuntungan dan kerugian, serta penetapan jangka waktu pemberian insentif.
Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Kaur
POTENSI PRIORITAS DAN PELUANG INVESTASIPotensi Prioritas dan Peluang Investasi
Berdasarkan data riil potensi sumber daya alam (SDA), telah disusun prioritas pembangunan ekonomi per kecamatan yang tertuang dalam dokumen perencanaan daerah seperti RTRW dan RPJMD. Data menunjukkan bahwa fokus utamanya adalah penguatan agribisnis kelapa sawit dan karet, serta pemanfaatan potensi maritim dan pariwisata yang tersebar di wilayah pesisir. Berikut ini merupakan potensi prioritas per kecamatan di Kabupaten Kaur berdasarkan data riil.
Arah Pengembangan Potensi Investasi
Pemetaan Sektor Unggulan dan Peluang Investasi Kabupaten Kaur
Data Potensi Sektor, Komoditas, dan Peluang Strategis Per Kecamatan
Pemetaan 15 kecamatan berdasarkan sektor unggulan, komoditas dan daya tarik potensial, serta peluang investasi strategis.
| No. | Kecamatan | Sektor Unggulan Utama | Komoditas & Daya Tarik Potensial | Peluang Investasi Strategis |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Nasal | Kelautan & Perkebunan | Gurita, sawit, karet, Pantai Merpas | Industri pengolahan gurita/perikanan, cold storage, dan ekowisata pantai. |
| 2 | Maje | Kelautan, Perkebunan & Wisata | Tuna, gurita, sawit, Pantai Linau, Danau Kembar | Industri pengolahan ikan, pelabuhan logistik, resort, dan kuliner pesisir. |
| 3 | Kaur Selatan | Perdagangan, Jasa & Perikanan | Pusat bisnis Bintuhan, TPI, Pertanian Padi | Pusat perbelanjaan, perhotelan, sarana pendidikan/kesehatan, dan modernisasi TPI. |
| 4 | Tetap | Pertanian & Industri Kecil | Padi, palawija, industri kerajinan/makanan | Industri pengolahan pangan dan hilirisasi produk pertanian skala rumahan. |
| 5 | Kaur Tengah | Pertanian & Perdagangan | Lahan persawahan, sentra pasar lokal | Peningkatan sarana irigasi modern dan pergudangan komoditas pangan. |
| 6 | Luas | Perkebunan & Energi | Kopi, karet, aliran Sungai DAS | Perkebunan kopi rakyat dan investasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. |
| 7 | Muara Sahung | Perkebunan & EBT | Kopi Robusta kualitas tinggi, potensi air hulu | Pabrik pengolahan/roastery kopi modern dan pembangunan PLTMH makro/mikro. |
| 8 | Kinal | Pertanian & Peternakan | Karet, kopi, peternakan sapi/kambing | Sentra pembibitan ternak, industri pakan, dan perkebunan karet komersial. |
| 9 | Semidang Gumay | Pariwisata & Pertanian | Wisata pantai, pertanian padi | Pengembangan destinasi wisata bahari terintegrasi, agrowisata, dan fasilitas pendukung. |
| 10 | Tanjung Kemuning | Perkebunan & Industri | Kelapa sawit, karet, jalur lintas | Pabrik Kelapa Sawit, industri pengolahan remah karet, dan pergudangan logistik. |
| 11 | Kelam Tengah | Kelautan & Pertanian | Padi, ikan tangkap karang | Alat tangkap modern dan optimalisasi lahan sawit/sawah pasang surut. |
| 12 | Kaur Utara | Perkebunan & Agro | Jagung, sawit, karet | Pengeringan jagung dan komoditas skala besar serta pengumpulan hasil perkebunan. |
| 13 | Padang Guci Hilir | Pertanian & Sawit | Padi unggulan, perkebunan sawit | Pengembangan beras kemasan lokal, kemitraan plasma sawit, dan hilirisasi pangan. |
| 14 | Padang Guci Hulu | Energi & Ekowisata | Aliran sungai deras, Bunga Rafflesia, kopi | Investasi skala besar PLTMH dan wisata konservasi alam/petualangan. |
| 15 | Lungkang Kule | Perkebunan & Kerajinan | Kopi, karet, kerajinan bambu/rotan | Industri kreatif anyaman ekspor dan intensifikasi perkebunan kopi. |
Sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Tanaman Pangan dan Hortikultura
POTENSI UNGGULAN KABUPATEN KAURPertanian dalam Arti Luas sebagai Penopang Ekonomi Daerah
Sektor pertanian dalam arti luas masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Kaur. Kegiatan pada sektor ini mencakup subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan yang berperan dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, lapangan kerja, serta sumber pendapatan masyarakat.
Kabupaten Kaur merupakan salah satu sentra tanaman hortikultura dan perkebunan. Tanaman hortikultura mencakup sayuran buah semusim, buah dan sayuran tahunan, tanaman biofarmaka, serta tanaman hias.
Pada kelompok hortikultura, khususnya tanaman sayuran, tahun 2025 menunjukkan peningkatan pada komoditas utama terutama cabai. Luas panen cabai rawit mencapai 245 hektare, cabai besar 205 hektare, dan cabai keriting 197 hektare. Peningkatan luas panen tersebut diikuti peningkatan produksi, yaitu cabai rawit menjadi 6.424 kuintal, cabai keriting 5.684 kuintal, dan cabai besar 4.783 kuintal.
Beberapa kecamatan seperti Maje, Padang Guci Hilir, dan Kinal menjadi sentra produksi cabai di Kabupaten Kaur. Sementara itu, tomat mengalami sedikit penurunan baik luas panen maupun produksinya, sedangkan kacang panjang dan terong relatif stabil.
Tanaman biofarmaka memperlihatkan kecenderungan penurunan luas lahan panen dalam empat tahun terakhir. Luas panen jahe turun menjadi 86.108 m² pada tahun 2025, diikuti penurunan pada kencur, kunyit, lengkuas, lidah buaya, dan serai. Meskipun demikian, produksi sejumlah komoditas justru mengalami peningkatan.
Produksi jahe mencapai 213.158 kg, kencur 134.150 kg, dan lengkuas 127.193 kg. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan produktivitas meskipun luas lahan yang diusahakan semakin terbatas.
Perkebunan Rakyat Kabupaten Kaur
Industri Hulu
Kelapa segar serta pengembangan kopra hitam dan kopra putih sebagai bahan baku industri.
Industri Antara
Pengolahan tempurung kelapa, copra meal, desiccated coconut, serta berbagai produk turunan kelapa.
Industri Hilir
Produk bernilai tambah seperti karbon aktif, minyak kelapa, coconut cream/milk, dan produk olahan lainnya.
Sektor Perikanan dan Kelautan
POTENSI UNGGULAN DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN KAURPotensi Perikanan Tangkap dan Pengembangan Industri Hasil Laut
Kabupaten Kaur memiliki garis pantai yang panjang dengan beberapa titik pendaratan ikan serta Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Muara Sambat. Kondisi tersebut menjadi bagian dari potensi kelautan Provinsi Bengkulu yang memiliki luas laut sebesar 12.335,2 km² dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produksi serta pengelolaan hasil laut di Kabupaten Kaur.
Potensi produksi lestari laut Bengkulu mencapai 126.217 ton, sedangkan tingkat pemanfaatannya baru sekitar 62.290,5 ton atau 49,35%. Dengan demikian masih terdapat peluang pemanfaatan sebesar sekitar 63.926,5 ton atau 50,64% dari potensi yang tersedia.
Komoditas Utama Perikanan
Sentra Perikanan Tangkap Provinsi Bengkulu
Kabupaten Kaur merupakan salah satu sentra perikanan tangkap laut utama di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan data statistik resmi, wilayah pesisir paling selatan Bengkulu ini secara konsisten bersaing pada jajaran tiga besar penghasil tangkapan laut dari sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, setelah Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara.
Perikanan Perairan Umum Daratan
Kabupaten Kaur menempati posisi pertama dalam produksi perikanan perairan umum daratan di Provinsi Bengkulu. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan sektor perikanan tidak hanya bertumpu pada sumber daya laut, tetapi juga memiliki peluang pada sumber daya perairan daratan.
Kabupaten Kaur memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk pengembangan industri perikanan berbasis sumber daya lokal. Komoditas hasil tangkapan seperti tuna, tongkol, cakalang, tenggiri, kakap, dan berbagai jenis ikan konsumsi lainnya menjadi sumber bahan baku yang potensial bagi industri pengolahan hasil perikanan.
Capaian produksi tersebut menunjukkan besarnya potensi sumber daya perikanan daerah yang dapat dikembangkan menjadi peluang investasi bernilai tambah tinggi.
Sektor Industri, Pertambangan, dan Energi
POTENSI UNGGULAN DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN KAURPotensi Industri, Pertambangan, dan Pengembangan Energi
Sektor industri, pertambangan, dan energi merupakan salah satu penyusun struktur perekonomian yang memiliki peranan penting. Di Kabupaten Kaur, kegiatan pertambangan yang dominan adalah penambangan pasir besi. Pada sektor industri, usaha pembuatan batu bata, pengolahan tahu dan tempe, serta penggilingan padi menjadi kegiatan yang cukup dominan.
Pada sektor energi, kebutuhan listrik masyarakat dipasok melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pada tahun 2025, besarnya daya terpasang mencapai 48.439.000 KW, produksi listrik mencapai 10.500.583 KWh, sedangkan listrik yang terjual mencapai 6.778.294 KWh untuk melayani 41.229 pelanggan.
Saat ini telah dibangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH), yaitu PLTMH Padang Guci I dan PLTMH Padang Guci II, yang diharapkan dapat meningkatkan pasokan energi di Kabupaten Kaur dan Provinsi Bengkulu.
Data Kelistrikan Kabupaten Kaur Tahun 2025
PLTMH Padang Guci I dan II
Keberadaan PLTMH Padang Guci I dan PLTMH Padang Guci II menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber energi terbarukan di Kabupaten Kaur. Pemanfaatan tenaga air berpotensi memperkuat pasokan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.
Potensi Energi Sungai
Kabupaten Kaur memiliki sejumlah sungai berarus deras yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air dan mikrohidro. Potensi tersebut membuka ruang investasi pada energi terbarukan, infrastruktur kelistrikan, dan sistem pembangkit skala lokal.
Sektor UMKM
USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH DAN EKONOMI KREATIFUMKM sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan Kabupaten Kaur
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kaur didominasi oleh tiga subsektor utama, yaitu kuliner olahan, kerajinan tangan, dan perdagangan. Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan potensi tersebut melalui pendampingan usaha, sertifikasi, serta fasilitasi akses pasar yang lebih luas.
Produk dan Potensi Unggulan UMKM
Pembinaan dan Legalitas
Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan, pemerintah daerah terus mengajak pelaku usaha kecil untuk bergabung sebagai mitra binaan. Pelaku usaha dapat memperoleh fasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas usaha, kemudahan pengurusan izin, pendampingan legalitas, serta dukungan promosi melalui bazar dan pameran daerah seperti peringatan Hari Jadi Kabupaten Kaur.
Integrasi dengan Pariwisata
Untuk meningkatkan nilai jual dan memperluas pangsa pasar, pengembangan UMKM dapat disinergikan dengan sektor pariwisata unggulan daerah. Destinasi wisata dapat menjadi etalase produk lokal, ruang promosi, lokasi pemasaran, serta tempat tumbuhnya kegiatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Peluang ekonomi kreatif Kabupaten Kaur tidak hanya perlu dipandang sebagai kegiatan UMKM yang berdiri sendiri, tetapi dapat dikembangkan sebagai rantai bisnis pendukung destinasi dan ruang publik. Pantai Laguna dapat menjadi salah satu etalase utama produk lokal, sementara hilirisasi hasil laut, kopi, jajanan tradisional, event komunitas, pop-up market, fasilitas olahraga-rekreasi, dan ruang kerja terbuka dapat memperluas nilai ekonomi ke luar kawasan wisata.
LAGUNA SIAP
INVESTASI
Sektor Pariwisata
POTENSI DESTINASI DAN PELUANG INVESTASI KABUPATEN KAURPengembangan Destinasi, Akomodasi dan Ekonomi Wisata
Pada periode 2022–2025, ketersediaan data jumlah rumah makan/restoran di Kabupaten Kaur baru tersedia untuk tahun 2024–2025. Pada tahun 2024 tercatat terdapat 7 rumah makan/restoran, yang kemudian meningkat tajam menjadi 25 unit pada tahun 2025.
Peningkatan tersebut menunjukkan berkembangnya aktivitas usaha kuliner di berbagai kecamatan, terutama di Kaur Selatan, Tanjung Kemuning, Nasal, dan Semidang Gumay. Kondisi ini mengindikasikan pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal serta meningkatnya kebutuhan layanan makan dan minum seiring mobilitas penduduk dan aktivitas perdagangan.
Sementara itu, jumlah hotel dan penginapan mengalami penurunan pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2024 terdapat 14 hotel dan 16 penginapan, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi 9 hotel dan 8 penginapan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas akomodasi di Kabupaten Kaur masih terbatas dan cenderung terkonsentrasi di beberapa kecamatan tertentu, seperti Kaur Selatan dan Tanjung Kemuning.
Zona Pengembangan Wisata Daerah
Tabel Potensi Wisata Kabupaten Kaur Berdasarkan Kecamatan
Sumber data: Dinas Pariwisata Kabupaten Kaur, 2025.
| Kecamatan | Potensi Wisata | Daya Tarik | Fokus Pengembangan |
|---|---|---|---|
| Maje | Danau Kembar (Desa Suka Menanti) | Ekowisata danau, alam | Fasilitas tambahan dan atraksi budaya. |
| Nasal | Pantai Linau | Wisata bahari | Pengembangan destinasi bahari unggulan. |
| Nasal | Pantai Way Hawang | Wisata bahari | Peningkatan kunjungan wisata bahari. |
| Nasal | Pantai Laguna (Desa Merpas) | Wisata bahari dan rekreasi | Pengembangan destinasi bahari utama. |
| Kaur Selatan | Kawasan Agrowisata 4 Desa: Suka Menanti, Tanjung Agung, Tanjung Beringin, Tanjung Baru | Agrowisata berbasis desa | Kawasan agrowisata terpadu. |
| Kaur Selatan | Pantai Pengubaian Resort | Wisata pantai | Destinasi pariwisata bahari unggulan. |
| Kaur Selatan | Pantai lain dan wisata alam pesisir | Alam bahari | Atraksi masyarakat lokal dan pengembangan pantai. |
| Kaur Tengah | Pantai lokal/wisata alam pesisir | Wisata pantai dan alam | Peningkatan fasilitas destinasi alam. |
| Kaur Tengah | Desa wisata | Budaya dan desa wisata | Pengembangan desa wisata. |
| Tetap | Pesisir dan lokasi wisata alam | Alam dan pantai | Pengembangan potensi pantai/alam. |
| Muara Sahung | Bukit Kumbang | Wisata religi dan alam | Pengembangan wisata religi, jalur kunjungan, penataan fasilitas dasar, dan promosi destinasi. |
| Semidang Gumay | Potensi alam dan budaya lokal | Alam dan budaya | Desa wisata dan event budaya lokal. |
| Tanjung Kemuning | Wisata alam/kawasan pesisir | Pantai dan alam | Wisata pantai dan ekowisata lokal. |
| Padang Guci Hulu | Gunung Patah | Wisata religi, alam, dan pegunungan | Pengembangan wisata religi dan minat khusus berbasis alam pegunungan. |
| Padang Guci Hilir, Lungkang Kule, Kelam Tengah, Kinal, Kaur Utara | Potensi alam lokal | Alam/budaya | Potensi awal: peningkatan fasilitas dan promosi. |
Potensi Investasi Pantai Laguna
Pantai Laguna terletak di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur. Salah satu kota yang paling dekat dengan pantai tersebut adalah Kota Bintuhan, dengan jarak sekitar 32 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.
Pantai Laguna memiliki potensi investasi tinggi dalam sektor ekowisata bahari. Peluang investasi meliputi pengembangan resor ramah lingkungan, penyediaan fasilitas olahraga air seperti snorkeling dan selancar, serta pengembangan kuliner dan kafe tepi pantai yang dapat mendukung agenda pariwisata tahunan seperti Festival Gurita.
Pengembangan Pantai Laguna tidak hanya membuka peluang investasi pada sektor akomodasi dan amenitas wisata, tetapi juga dapat mendorong lahirnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis komoditas lokal dan aktivasi ruang publik. Produk olahan gurita, ikan laut, kopi Robusta dan jajanan tradisional dapat dikembangkan sebagai produk khas destinasi.
Kesiapan Investasi Pantai Laguna
Prasyarat awal yang mendukung kelayakan pengembangan investasi.
| Aspek Kesiapan | Kondisi Saat Ini | Nilai bagi Investor |
|---|---|---|
| Aksesibilitas | Akses jalan menuju kawasan dalam kondisi baik. | Mempermudah mobilitas wisatawan, logistik usaha, dan pengembangan amenitas. |
| Legalitas/status lahan | Sertifikat/status lahan tersedia. | Mengurangi ketidakpastian awal bagi calon investor dan memperjelas ruang kerja sama. |
| Telekomunikasi | Sinyal/jaringan komunikasi tersedia. | Mendukung transaksi digital, promosi online, reservasi, dan operasional usaha. |
| Fasilitas dasar | Area parkir dan toilet tersedia. | Memberikan fondasi awal bagi peningkatan kualitas layanan wisata. |
| Daya tarik wisata | Laguna alami, pantai, pasir putih, air jernih, dan suasana rekreasi bahari. | Mendukung pengembangan resort, kuliner, wahana air ringan, dan event wisata. |
Peluang Investasi dan Konsep Pengembangan Pantai Laguna
| Peluang | Konsep Pengembangan | Dampak Ekonomi |
|---|---|---|
| Resort, villa, atau glamping | Akomodasi tepi pantai dengan konsep natural, keluarga, dan eco-leisure. | Lama tinggal wisatawan meningkat, belanja wisata bertambah, dan peluang tenaga kerja lokal. |
| Laguna beach club keluarga | Area rekreasi tertata dengan gazebo, kursi pantai, area santai, spot foto, dan layanan kuliner. | Meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan pendapatan amenitas. |
| Restoran seafood dan food court UMKM | Kuliner hasil laut, sate/rendang/kerupuk gurita, olahan ikan, kopi lokal, dan jajanan tradisional. | Menghubungkan destinasi dengan UMKM lokal dan memperkuat identitas kuliner Kaur. |
| Wahana wisata air ringan | Kayak, paddle board, pelampung, perahu wisata, dan aktivitas rekreasi yang menyesuaikan aspek keselamatan. | Menambah atraksi dan alasan kunjungan berulang. |
| Sentra oleh-oleh Pantai Laguna | Outlet produk khas Kaur: gurita kemasan, abon/kerupuk ikan, kopi Robusta, kelicuk, bipang, juada keras, dan produk lokal lainnya. | Membuka kanal penjualan produk UMKM secara langsung kepada wisatawan. |
| Event dan wedding destination | Pre-wedding, gathering, festival kuliner pantai, event komunitas, dan agenda promosi wisata. | Meningkatkan kunjungan musiman dan memperluas pasar wisata. |
Investasi yang Direkomendasikan
Obyek Wisata Kabupaten Kaur
Jelajahi pesona wisata bahari, danau, air terjun, serta keindahan alam Kabupaten Kaur.
1
Pantai Way Hawang
Desa Way Hawang • Kecamatan Maje
Berlokasi di Desa Way Hawang, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Pantai Wai Hawang menawarkan pemandangan yang sangat mempesona. Pantai ini memiliki pasir putih yang indah serta sebuah karang berbentuk kapal yang disebut Batu Jung, yang berdiri kokoh di bibir pantai. Mitos yang berkembang di kalangan masyarakat setempat mengenai Batu Jung menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain itu, suasana pantai yang berpadu dengan alam hijau sekitar membuatnya menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai, hanya sekitar 15 km dari pusat kota Bintuhan.
2
Pantai Cukoh
Kecamatan Kaur Selatan
Pantai Cukoh Bintuhan adalah pilihan terbaik untuk liburan bersama keluarga. Keindahan pasir putih dan rindangnya pohon kelapa di sekitar pantai menjadikan tempat ini begitu menyegarkan. Terletak di Kecamatan Kaur Selatan, Pantai Cukoh menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun luar daerah yang mencari ketenangan dan keindahan alam.
3
Pantai Pengubaian
Dekat pusat Kota Bintuhan
Pantai Pangubaian, yang terletak dekat dengan pusat kota Bintuhan, menawarkan panorama yang sangat indah. Berbeda dengan pantai lainnya, Pantai Pangubaian sudah dikelola dengan baik dan merupakan satu-satunya pantai di Kaur yang memiliki spot untuk berselancar. Keindahan pantai dan fasilitas yang ada menjadikannya destinasi yang sangat populer bagi para wisatawan.
4
Pantai Laguna Kaur
Desa Merpas • Kecamatan Nasal
Dikenal sebagai Pantai Laguna Samudera, merupakan destinasi wisata bahari unggulan di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur. Terletak sekitar 25 km dari Kota Bintuhan ke arah perbatasan Provinsi Lampung, pantai ini terkenal dengan hamparan pasir putih, air laut yang jernih, dan laguna alami yang tenang dan aman untuk berenang.
5
Pantai Linau
Kabupaten Kaur
Pantai Linau merupakan pantai pertama yang akan wisatawan jumpai ketika memasuki Kabupaten Kaur dari Kota Bengkulu. Rasanya sangat sayang bila dilewatkan, sebab wisatawan dapat berenang dengan aman karena ombaknya tidak terlalu besar. Keseruan lainnya adalah melihat aktivitas nelayan menangkap gurita. Hasil tangkapan akan dimasak menjadi sate gurita. Kemudian, keindahan terumbu karang juga menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang sebab kondisinya masih terawat.
6
Pantai Air Langkap
Kecamatan Kaur Tengah
Objek wisata Pantai Air Langkap terkenal pada tahun 2019. Sejumlah wisatawan lokal maupun luar kota tertarik untuk datang. Berada di Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur. Walaupun lokasinya cukup jauh dari Kota Bengkulu, yang berkunjung tidak akan sia-sia. Suasana pantai sejuk dengan pemandangan batu karang yang indah memberikan keseruan tersendiri. Terlebih, bisa dimanfaatkan sebagai lokasi foto prewedding ataupun unggahan di media sosial.
7
Pantai Hili
Kecamatan Semidang Gumay
Pantai Hili termasuk salah satu spot berlibur yang populer di Kabupaten Kaur, tepatnya di Kecamatan Semidang Gumay. Pemandangannya eksotis dengan jejeran pohon kelapa dan ombak laut lepas Samudra Hindia. Momen bersantai ditemani dengan ombak laut dan suasana sejuk semilir angin pantai. Tersedia juga kedai makanan di pinggir pantai yang menyajikan berbagai kuliner. Salah satu yang menarik adalah sate gurita khas Kaur.
8
Curug Nibung
Kecamatan Tetap
Wisata alam Curug Nibung berada di Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur. Lokasi objek wisata ini bisa dibilang hidden gem, karena terletak di tengah hutan dengan rute perjalanan yang cukup rumit. Sebab, berada di atas bukit dan perkebunan masyarakat. Curug Nibung terbentuk karena proses alami dari alam. Terdapat susunan batu dan air terjun yang sejuk sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk.
9
Air Terjun Batu Rigis
Desa Bungin Tambun • Kecamatan Padang Guci Hulu
Air Terjun Batu Rigis berada di kawasan Desa Bungin Tambun, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, terkenal dengan air yang jernih dengan suasana pepohonan asri. Penamaan air terjun Batu Rigis diambil dari Bahasa Bengkulu, yaitu Rigis yang artinya kasar. Memang, permukaan batu di sekitar air terjun ini cukup tajam dan kasar. Maka dari itu, ketika bermain air harus tetap hati-hati.
10
Danau Kembar
Kecamatan Maje • Sekitar Pantai Way Hawang
Berada di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, tepatnya di sekitar Pantai Way Hawang ada dua buah danau yang berdampingan. Masyarakat setempat menyebutnya Danau Kembar. Danau Kembar memiliki panorama hutan pinus yang menyejukkan dan dimanfaatkan warga untuk mencari ikan. Satu hal menarik dari danau ini adalah tidak mengalami kekeringan walaupun musim kemarau melanda.
PENUTUP
Demikian Penyusunan Profil Investasi Kabupaten Kaur ini kami sajikan, dengan harapan dapat memberikan informasi yang komprehensif terkait dengan potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Kaur. Informasi tersebut kiranya dapat memberikan rincian ilustrasi yang mencakup sumber daya potensial, sumber daya manusia, infrastruktur, regulasi, aspek lingkungan dan ketersediaan lahan, peluang pasar serta perkiraan nilai investasi, sekaligus bahan pertimbangan bagi calon investor maupun pemangku kebijakan.
Sudah barang tentu Buku Profil Investasi Kabupaten Kaur ini masih jauh dari sempurna, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi menjadikan buku ini lebih sempurna. Akhir kata tim penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu sehingga dapat terselesaikannya penyusunan Buku Profil Investasi Kabupaten Kaur.
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Kaur
Ps. Baru, Kec. Kaur Selatan,
Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu
Tabulasi Data
Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Kaur 2026
Rangkuman sektor, jenis kegiatan, lokasi, dan pelaksana pengembangan potensi investasi Kabupaten Kaur.
| No. | Sektor / Subsektor | Jenis Kegiatan | Lokasi | Pelaksana |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PERTANIAN |
|
Kabupaten Kaur Kaur Tengah Kaur Tengah, Padang Guci Hilir, Tetap, Kelam Tengah |
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 2 | PERKEBUNAN |
|
Kabupaten Kaur Kaur Utara, Kinal, Nasal, Semidang Gumay, Padang Guci Hulu, Lungkang Kule, Luas, Muara Sahung, Tetap, Kelam Tengah |
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 3 | KELAUTAN & PERIKANAN |
|
Perairan Kabupaten Kaur | Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
| 6 | INDUSTRI, PERTAMBANGAN & ENERGI |
|
Sungai Luas, Sungai Padang Guci, Sungai Kinal, Sungai Muara Nasal. The Rivers of Luas, Padang Guci, Kinal, dan Muara Nasal |
Pemerintah Daerah |
| 7 | PERDAGANGAN & UMKM |
|
Kabupaten Kaur | Pemerintah Daerah |
| 8 | PERHUBUNGAN & KOMUNIKASI |
|
Kabupaten Kaur | Pemerintah Daerah |
| 9 | PARIWISATA |
|
Pantai Laguna, Pantai Way Hawang, Pantai Linau, Pantai Sekunyit |
Pemerintah Daerah dan Masyarakat |
Peta Potensi Investasi Kabupaten Kaur
Arahkan kursor pada nomor kecamatan untuk melihat potensi unggulan dan gambar pendukung.




Gurita, kelapa sawit, karet, dan Pantai Merpas.




Tuna, gurita, kelapa sawit, Pantai Linau, dan Danau Kembar.




Pusat bisnis Bintuhan, TPI, dan pertanian padi.




Padi, palawija, industri kerajinan dan makanan.




Lahan persawahan dan sentra pasar lokal.




Kopi, karet, dan potensi aliran sungai/DAS.




Kopi Robusta berkualitas tinggi dan potensi air hulu.




Karet, kopi, peternakan sapi dan kambing.




Wisata pantai dan pertanian padi.




Kelapa sawit, karet, dan jalur lintas.




Padi dan ikan tangkap karang.




Jagung, kelapa sawit, dan karet.




Padi unggulan dan perkebunan sawit.




Aliran sungai deras, Bunga Rafflesia, dan kopi.




Kopi, karet, serta kerajinan bambu dan rotan.

