TPL_PIDII_SKIP_TO_CONTENT
PIDII NATIONAL PORTAL

Jelajahi Potensi Indonesia

Satu Peta, Semua Informasi, Seluruh Peluang

38ProvinsiSeluruh Indonesia
🗺
514Kabupaten/KotaSeluruh Indonesia
25+Kategori DataPotensi & Sektor
1000+Data TerhubungSumber Terintegrasi
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berbicara dalam forum *Monthly Economic Diplomatic Breakfast* yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jumat (10/9).(Dok Kemenpar)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berbicara dalam forum *Monthly Economic Diplomatic Breakfast* yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jumat (10/9).(Dok Kemenpar)

Realisasi investasipariwisata Indonesia mencapai rekor Rp73,56 triliun pada 2025. Kendati begitu, penanaman investasi tersebut masih baru terkonsentrasi di Jakarta dan Bali, yakni sebesar 76,5%, dengan 75% di antaranya berupa pembangunan hotel dan restoran.

"Karenanya, kami saat ini melakukan diversifikasi investasi di destinasi prioritas lainnya di luar Bali dan Jakarta. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan masih terbukanya ruang yang luas untuk memperluas investasi, baik dari sisi wilayah maupun ragam usaha. Kami secara aktif mengundang investor asing dan mitra internasional, termasuk melalui dukungan KADIN Indonesia," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam forum *Monthly Economic Diplomatic Breakfast* yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jumat (10/9).

Widiyanti menegaskan pihaknya berupaya mengarahkan investasi ke 13 Destinasi Prioritas dan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk memperkuat upaya pemerataan investasi pariwisata ke berbagai wilayah Indonesia. "Targetnya adalah memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Widiyanti.

Investasi juga diarahkan pada sektor yang lebih beragam di luar hotel dan restoran, khususnya infrastruktur pendukung aksesibilitas, seperti marina kapal pesiar, serta pengembangan daya tarik wisata baru. Diversifikasi tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem pariwisata yang semakin kuat sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi daerah.

“Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari pengurangan pajak penghasilan, insentif bagi industri padat karya, hingga pembebasan bea masuk untuk peralatan wisata dan yacht,” kata Widiyanti.

Widiyanti mengungkapkan sejumlah destinasi di luar Jawa dan Bali telah menunjukkan pertumbuhan kunjungan yang kuat pada awal 2026. Kunjungan wisatawan ke Danau Toba, misalnya, tumbuh lebih dari 106%, sedangkan Lombok–Gili Tramena meningkat 72,1%. Labuan Bajo juga terus menunjukkan pertumbuhan kunjungan dan menjadi salah satu destinasi yang memiliki prospek pengembangan investasi pariwisata.

“Pemerintah memastikan kawasan wisata utama tersebut dalam kondisi aman dan siap menyambut pengunjung di tengah upaya pemulihan pascadampak bencana di wilayah Flores,” kata Widiyanti.

Perkembangan tersebut ditopang oleh kinerja ekonomi pariwisata nasional yang terus menunjukkan tren positif. Kontribusi produk domestik bruto (PDB) pariwisata meningkat dari Rp729,1 triliun pada 2022 menjadi Rp1,14 kuadriliun pada 2025 dan ditargetkan mencapai Rp1,19 kuadriliun pada akhir 2026.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, yang juga hadir dalam acara tersebut, memaparkan potensi pengembangan sektor pariwisata di tanah Minang. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan di Sumatra Barat telah mencapai 14,9 juta wisatawan nusantara, sementara sektor akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh sebesar 17,57%.

Sumatra Barat juga telah mengelompokkan tiga klaster peluang investasi, yaitu Mentawai dengan daya tarik wisata selancar kelas dunia, Padang dan Mandeh dengan wisata bahari dan MICE, serta Sawahlunto dengan wisata berbasis sejarah dan budaya.

“Kami mengajak para investor dan pelaku industri untuk datang dan melihat langsung potensi pengembangan pariwisata di Sumatra Barat, termasuk menghadiri Indian Ocean High-Level Forum pada tahun depan sebagai bagian dari jejaring strategis kerja sama kawasan Samudra Hindia,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Sementara itu, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, memandang forum ini dapat mendorong kerja sama tidak hanya antara pemerintah dengan pemerintah (G to G), tetapi juga antarsektor swasta.

"Singapura dan Indonesia telah memiliki rekam jejak kerja sama yang panjang dalam memperkuat sektor pariwisata. Contohnya, Singapore Airlines yang telah menghubungkan 18 titik di Indonesia dari Singapura. Peningkatan konektivitas ini telah mendatangkan lalu lintas wisatawan. Semuanya dimulai dari skala kecil sebelum akhirnya berkembang," kata Kwok Fook Seng. 

Salah satu proyek investasi terkait pariwisata yang telah terealisasi adalah milik PT Pollux Hotels Group Tbk yang menandatangani kerjasama bersama PT Inovasi Karyadinamika sebagai bagian dari pengembangan proyek Four Points by Sheraton.

Penandatanganan dilakukan Komisaris PT Inovasi Karyadinamika Kustiadi, Direktur PT Inovasi Karyadinamika Savitri, Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk Handojo Koentoro Setyadi, serta Komisaris Utama PT Pollux Hotels Group Tbk Teny Siti Febryani.

PT Inovasi Karyadinamika merupakan perusahaan yang telah berpengalaman selama lebih dari tiga dekade di bidang kontraktor interior, khususnya untuk commercial space seperti hotel, perkantoran, dan ritel, termasuk sejumlah hotel bertaraf internasional. Nantinya, perusahaan ini akan terlibat dalam proyek Four Points by Sheraton yang merupakan bagian dari jaringan Marriott International yang berasal dari Amerika Serikat. 

Kustiadi menyatakan, kerja sama dengan Pollux Hotels Group dalam proyek Four Points by Sheraton merupakan kolaborasi perdana
kedua perusahaan. Dalam proyek ini pihaknya akan mengerjakan tahap
awal untuk 109 kamar, yang kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan area publik, termasuk lobby, all-day dining, dan kafe. Lingkup pekerjaan mencakup elemen interior mulai dari lantai, dinding, langit-langit hingga furniture.

Untuk tahap pengerjaan awal, penyelesaian proyek ditargetkan rampung pada akhir 2026. Selain kualitas pengerjaan, PT Inovasi Karyadinamika juga memberikan dukungan purna jual melalui masa retensi untuk memastikan aspek teknis dari pekerjaan tetap terjaga setelah proses serah terima. (X-6)