Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika mencatat jumlah penonton tertinggi dengan total 157.875 orang selama 9-11 Oktober 2026. Peningkatan sekitar 12,5% dibandingkan tahun sebelumnya ini menjadi peluang bagi pemerintah untuk memperkuat investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya daya tarik Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism. Kehadiran ribuan pengunjung dalam ajang balap Internasional ini tidak hanya memberikan perhatian global kepada Indonesia, tetapi juga membuka kesempatan bagi para berbagai sektor usaha untuk berkembang.
Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif berpotensi merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong agar momentum MotoGP dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Susiwijoyo Moegiarso, menilai MotoGP memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian. Menurutnya, kegiatan olahraga berskala Internasional tersebut perlu ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan aktivitas ekonomi nasional.
Dia juga berharap kemeriahan balapan dapat diikuti dengan peningkatan kegiatan usaha dan investasi di kawasan Mandalika. Dengan demikian, manfaat penyelenggaraan acara tidak hanya dirasakan selama perlombaan berlangsung, tetapi juga berlanjut setelah para penonton meninggalkan lokasi.
KEK Mandalika berada di Kabupaten Lombok Tengah dengan luas sekitar 1.035,67 hektare dan berfokus pada pengembangan pariwisata. Keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu daya tarik utama yang mendukung pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata olahraga bertaraf Internasional.
Meski demikian, pengembangan Mandalika dinilai perlu didukung agenda kegiatan yang berlangsung sepanjang tahun.
Penyelenggaraan konferensi, pameran, pertemuan bisnis, hiburan, dan kegiatan olahraga lainnya dapat menjadi strategi untuk menjaga kunjungan wisatawan di luar periode MotoGP.
Langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan pemanfaatan fasilitas yang tersedia sekaligus memberikan peluang usaha lebih besar bagi masyarakat setempat. Pelaku usaha lokal diharapkan dapat terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata, mulai dari penyediaan akomodasi hingga penjualan produk dan jasa.
Berdasarkan data Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, realisasi investasi KEK Mandalika pada semester pertama tahun 2026 mencapai Rp 121,48 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk terus mengembangkan potensi kawasan dan meningkatkan daya tariknya bagi para investor.
Gubernur NTB, Muhammad Iqbal, turut menekankan pentingnya memanfaatkan penyelenggaraan MotoGP untuk memperkuat pariwisata sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi para masyarakat. Pengembangan destinasi budaya di sekitar Mandalika juga menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman para wisatawan.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) tengah mengumpulkan data dari penonton dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna mengukur dampak ekonomi MotoGP 2026. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan pariwisata yang lebih tepat sasaran.
Melalui penguatan investasi, penyelenggaraan kegiatan berkelanjutan, dan keterlibatan pelaku usaha lokal, rekor penonton MotoGP diharapkan dapat menjadi pijakan bagi Mandalika untuk berkembang sebagai pusat pariwisata sekaligus penggerak suatu ekonomi daerah.