TPL_PIDII_SKIP_TO_CONTENT
PIDII NATIONAL PORTAL

Jelajahi Potensi Indonesia

Satu Peta, Semua Informasi, Seluruh Peluang

β™œ
38ProvinsiSeluruh Indonesia
πŸ—Ί
514Kabupaten/KotaSeluruh Indonesia
β—‡
25+Kategori DataPotensi & Sektor
β†—
1000+Data TerhubungSumber Terintegrasi

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur hingga Minggu (13/9/2026). Tim gabungan terus melakukan pemadaman, pembasahan, pemantauan, hingga observasi udara untuk mengendalikan titik api.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla masih berlangsung di kawasan Gunung Bromo, Semeru, Argopuro, dan Kawinajang.

β€œKondisi medan yang terjal, akses yang terbatas, kabut, dan angin kencang menjadi sejumlah kendala dalam penanganan di lapangan,” ujar Berton dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, kepulan asap masih terlihat di sekitar Gunung Kursi dan Jemplang.

Berdasarkan informasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), kebakaran pertama kali diketahui pada Kamis (10/9/2026) pukul 16.30 WIB di kawasan Savana Pengol. Api kemudian bergerak ke arah Gunung Kursi.

Pada Sabtu (12/9/2026), titik api kembali muncul di kawasan Pengol. Tiupan angin kencang membuat api bergerak hingga mencapai Pos Jemplang sekitar pukul 16.20 WIB.

Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pembasahan melalui jalur darat di lokasi yang dapat dijangkau. Sementara itu, operasi water bombing belum dapat dilakukan karena kondisi angin yang kencang.

Untuk mengantisipasi risiko terhadap pengunjung, BB TNBTS menutup seluruh kunjungan wisata Gunung Bromo dari semua pintu masuk mulai Sabtu (12/9/2026) hingga batas waktu yang akan diinformasikan kemudian.

Sementara itu, di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, kepulan asap masih terpantau berdasarkan observasi udara pada Sabtu (12/9/2026) menggunakan Helikopter PK-DAP.

Titik api baru ditemukan di sekitar Pos 3 jalur pendakian. Tim gabungan melalui jalur darat telah melakukan pemadaman bara di Pos Watu Rejeng untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah penjalaran ke wilayah yang lebih rendah.

Namun, titik api di sekitar Pos 3 belum dapat ditangani secara langsung karena kondisi medan yang terjal. Perkembangannya masih dipantau dari Pos Watu Rejeng dan Pos 2.