Kabupaten Solok memiliki kontur daerah yang beragam, mulai dari gunung, danau, hingga perbukitan, sehingga wisata alam menjadi pilihan paling menarik jika berkunjung ke Kabupaten Solok. Salah satunya mengunjungi Puncak Gagoan. Seperti apa keindahannya?
Puncak Gagoan terletak di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjungsirih, yang sebenarnya berada di pinggiran Danau Singkarak. Uniknya, di sebelah barat nagari, dibatasi bukit yang eksotis yang dipenuhi rumput ilalang. Itulah bukit Gagoan.
Puncak Gagoan sendiri berjarak sekitar lebih kurang 75 kilometer dari Kota Padang atau 25 kilometer dari Kota Solok. Jika dari arah Solok, pungunjung bisa mengakses jalan Solok-Singkarak dan belok kiri di pertigaan Nagari Sumani menuju Saniangbaka, terus masuk kedalam melewati nagari Muaropingai, dan tiba di Paninggahan.
Di Nagari Paninggahan banyak terlihat petunjuk jalan untuk menuju lokasi Puncak Gagoan. Akses jalan ke Puncak Gagoan sendiri, bisa dilewati kendaraan roda empat dan roda dua. Namun karena jalan yang digunakan merupakan jalan akses ke kawasan pertanian, tentu pengunjung harus hati-hati, apalagi jalan cukup sempit dan tidak diaspal.
Tapi, sepanjang jalan pengunjung akan disuguhi pemandangan keren di bagian timur dan utara yang menampilkan Danau Singkarak secara jelas dari ketinggian, berikut juga hamparan luas Kabupaten Solok bagian utara.
Nah, saat memasuki pintu masuk wisata Puncak Gagoan, pengunjung hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat dan Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua. Dan, uang segitu rasanya cukup kecil jika dibandingkan pengalaman dan keindahan yang disuguhi di area wisata tersebut. Sebelumnya, Puncak Gagoan sudah viral sejak beberapa tahun lalu.
Tapi saat itu belum bisa dikunjungi hingga ke puncak atau padang ilalang yang berada di atas bukit, karena akses menuju ke sana sangat terjal dan berbahaya.
“Tiga tahun lalu masyarakat secara swadaya membuatkan jalan untuk meminimalisir resiko dari terjalnya tebing yang akan didaki,” ujar Arnis, penjaga warung di lokasi wisata Puncak Gagoan kepada Padang Ekspres, beberapa waktu lalu.
Saat ini, pengunjung bisa menuju lokasi padang ilalang di atas bukit Gagoan tersebut, hanya saja butuh effort lebih untuk menuju ke sana. Pengunjung harus mendaki tebing curam selama 15-25 menit.
Nah, lelahnya mendaki tebih tersebut terbayar lunas saat berada di Puncak Gagoan. Hamparan ilalang di bukit tersebut memberikan kenikmatan tersendiri, terlebih di bagian timur dan utara terlihat jelas danau Singkarak, dan pemandangan yang begitu memukau tersaji didepan mata. Belum lagi hembusan sepoinya angin khas perbukitan menambah kesyahduan.
“Kami berharap kepada pengunjung jika ingin menuju ke padang ilalang di atas bukit, sebaiknya menggunakan pakaian yang memang cocok untuk tracking dan pendakian. Hal itu juga untuk keamanan pengunjung juga,” tambah Arnis.
Arnis menjelaskan, untuk jadwal kunjungan dimulai dari pukul 07.00 hingga pukul 17.30. Jika sudah memasuki pukul 17.00 seluruh pengunjung akan diminta untuk segera turun mengingat hari akan gelap, sedangkan disana penerangan tidak ada.
“Kita membatasi kunjungan hingga setengah enam (17.30 Wib), itu juga untuk keamanan pengunjung, setiap aktifitas malam hari tidak diperbolehkan,” tegasnya. Salah seorang pengunjung, Dian Yudistira mengatakan, sebenarnya tidak banyak yang bisa dilakukan di Puncak Gagoan, hanya saja pemandangan yang ditawarkan sangat indah.
“Nilai plusnya dibanding kawasan lain yakni pemandangannya, sangat cocok untuk swafoto bersama teman-teman maupun keluarga,” ungkapnya. Pengunjung lain, Abrar Hanifa menyebut, untuk menuju lokasi padang ilalang memang sangat melelahkan dan berbahaya, tapi menurutnya pemandangan saat tiba diatas justru membuat lelah tersebut hilang.
“Mendaki tebingnya sangat lelah, tapi saat tiba diatas, wah, sangat indah, tapi jika mau keatas bukit, hendaknya pakai pakaian yang memang cocok untuk mendaki, soalnya bahaya mendaki tebing curam itu,” tukasnya. (FRIKEL ADILA M—Solok)


Comments powered by CComment