Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, menyusun skema pengintegrasian antar kawasan wisata untuk membentuk rute pariwisata di wilayah itu.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan beberapa tempat wisata sudah dipastikan masuk ke dalam proses pengintegrasian, salah satunya adalah Alun-Alun Merdeka yang telah dibuka kembali setelah rampung direvitalisasi.
"Jadi supaya ada kesatuan rute wisata, mulai dari Alun-Alun Merdeka ke Kayutangan Heritage, terus (pasar) Splendid, dan Pendopo Kabupaten Malang (di Kota Malang). Semua tempat ini tidak bisa dipisahkan," kata Wahyu.
Cakupan rute pariwisata itu nantinya juga menjangkau kawasan Balai Kota Malang yang di dalamnya terdapat Alun-Alun Tugu, kemudian hingga ke Stasiun Malang.
Proses pembentukan rute pariwisata melalui skema integrasi ini, kata Wahyu, akan diawali dari langkah melakukan penataan pedagang kali lima (PKL) yang selama ini membuka lapak di Alun-Alun Merdeka, sebab itu tidak bisa terpisahkan apabila berbicara persoalan pariwisata.
Wahyu menjelaskan lokasi bagi para PKL untuk berdagang masih dalam pengkajian, tetapi konsepnya dikumpulkan di satu titik yang sama sehingga bisa melahirkan kawasan wisata kuliner dengan lokasi saling berdekatan dengan destinasi lainnya.
"Lokasinya antara lain bisa di sekitar Splendid atau di titik yang kosong di tempat lain," ucapnya.
Kemudian, lanjut dia, untuk fasilitas parkir tak luput dari penerapan konsep integrasi kawasan wisata.
Di beberapa titik memang sudah tersedia kantong-kantong parkir tetapi perlu lebih ditata lagi.
Pemkot Malang berharap upaya yang sedang disiapkan ini bisa turut menambah kunjungan wisatawan ke Kota Malang.
Pada 2026 pemerintah daerah setempat menargetkan kunjungan wisatawan di angka 3,4 juta orang.
Sedangkan, pada 2025 target kunjungan wisatawan dipatok sebesar 3,3 juta orang dan tercapai 103 persen atau sejumlah 3,4 juta orang.