Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: dok. Kemenparekraf)

Kemenparekraf Gelar Forkomda Tingkatkan Manajemen Krisis Pariwisata

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Biro Komunikasi menggelar Forum Komunikasi Daerah (Forkomda) untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen krisis pariwisata di daerah

sehingga menghadirkan pariwisata dan ekonomi kreatif yang tangguh dan berkelanjutan di daerah khususnya DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya secara daring menjelaskan, tata kelola komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan dalam mempertahankan reputasi atau imej dalam industri pariwisata.

"Manajemen komunikasi krisis sebagai upaya terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan, dapat membantu mencegah atau mengurangi dampak negatif ketika krisis kepariwisataan terjadi. Serta mengambil keputusan dalam menyikapi krisis yang akan terjadi," ujar Sandi, mengutip laman Kemenparekraf.

 

Sejak tahun 2023, Biro Komunikasi Kemenparekraf telah menyusun panduan komunikasi krisis yang bertujuan untuk mencegah, merespons, dan memulihkan kondisi krisis kepariwisataan di sektor parekraf melalui komunikasi.

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, yang menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut, berharap Forkomda dapat membantu pemangku kepentingan dalam memahami tugas komunikasi krisis untuk meminimalisir dampak dari pemberitaan negatif bagi industri pariwisata.

Kemenparekraf Gelar Forkomda

(Foto: dok. Kemenparekraf)

"Forkomda sebelumnya sudah pernah kita laksanakan di Bali, lalu sekarang di Yogyakarta dan selanjutnya akan menyusul di Jawa Barat,” kata Dewi.

Dijelaskan Dewi, manajemen berbagai isu sektor parekraf di Kemenparekraf dimulai dari Crisis Detection Analysis (CDA) yang menyampaikan isu dan mendeteksi dampaknya bagi industri pariwisata. Biro Komunikasi Kemenparekraf berupaya untuk memitigasi agar isu tersebut tidak berpotensi tinggi atau ekstrem.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, krisis pariwisata yang terjadi terus berulang-ulang di suatu destinasi wisata akan memengaruhi daya tarik wisata destinasi tersebut.

Jika krisis tidak dapat ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan dampak dalam bentuk persepsi negatif yang akhirnya akan mengganggu ekosistem parwisata.


Print  

Comments powered by CComment

Pengunjung
411966
Hari iniHari ini2072
KemarinKemarin2106
Minggu iniMinggu ini9445
Bulan iniBulan ini4178
TotalTotal411966
Tertinggi 03-31-2026 : 3029
Statistik created: 2026-04-02T17:24:08+00:00
Online
-
© Pusat Informasi Data Investasi Indonesia
Pengunjung Berdasarkan Negara
Singapore 54.3% Singapore
Russia 15.4% Russia
Indonesia 12.1% Indonesia
United States 8.8% United States
China 7.3% China

Total:

59

Countries
020502
Today: 1,354
This Week: 4,523
This Month: 2,541
Login Form