DPRD Pacitan Tegas, Ingatkan Proyek Infrastruktur 2 Bulan Lagi Harus Kelar

Kalangan DPRDPacitan mengingatkan pemkab setempat agar mempercepat pengerjaan proyekinfrastruktur.

Terutama proyek yang diampu dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Warning itu dilontarkan mengingat tahun 2023 segera berakhir dua bulan lagi.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Pacitan Pujo Setyo Hadi, saat ini masih banyak proyek pembangunan infrastruktur milik pemkab yang belum selesai.

Padahal, waktu pengerjaan tidak banyak karena target akhir tahun harus selesai semua. ‘’Supaya tidak terjadi deviasi (keterlambatan) pekerjaan,’’ katanya kemarin (31/10).

Dia mencontohkan proyek rehabilitasi ruas jalan Sukorejo-Klepu yang belum sesuai harapan. Dia khawatir progres pekerjaan yang kurang dari 80 persen bakal minus hingga akhir tahun. ‘’Pekerjaan fisik yang lainnya juga banyak yang harus segera diselesaikan, dikhawatirkan segera turun hujan,’’ ujarnya. Masih ada waktu untuk mengebut pengerjaan.

Diharapkan sebelum akhir tahun selesai semua sesuai kontrak kerja dengan pihak rekanan. Meski demikian, Pujo mengingatkan pengerjaan tidak hanya asal selesai. Kualitasnya harus bisa dipertanggungjawabkan. ‘’Tidak hanya asal selesai, sisi kualitas juga harus diperhatikan,’’ tegasnya. 

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Pacitan Imam Syafid menyebutkan, pihaknya fokus mengebut penyelesaian infrastruktur jalan dan jembatan. Sebab, di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2023, lebih dari 81 paket proyek perbaikan jalan kembali dianggarkan. Terdiri dari delapan paket pembangunan jembatan dan 73 paket rehabilitasi jalan. ‘’Target kami semua selesai akhir tahun,’’ jelasnya. (hyo/sat)


Print  

Comments powered by CComment

Pengunjung
440024
Hari iniHari ini54
KemarinKemarin116
Minggu iniMinggu ini329
Bulan iniBulan ini3457
TotalTotal440024
Tertinggi 03-31-2026 : 3029
Statistik created: 2026-05-20T06:23:45+00:00
Online
-
© Pusat Informasi Data Investasi Indonesia
Pengunjung Berdasarkan Negara
Singapore 66.2% Singapore
Russia 11.0% Russia
Indonesia 9.1% Indonesia
United States 6.4% United States
China 5.5% China

Total:

59

Countries
028679
Today: 4
This Week: 50
This Month: 370
Login Form