Kembali dari Jepang dan Korsel, Presiden Prabowo Bawa Pulang Investasi Rp 575 Triliun

Sumber Berita: kompas.id

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korsel berbuah peningkatan investasi. Stabilitas politik dan ekonomi yang terjaga dinilai sebagai faktor penting.

 

1126020426aJAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air setelah menjalani lawatan ke Jepang dan Korea Selatan. Seusai bertemu dengan pemimpin dan pengusaha dari kedua negara tersebut, Indonesia mendapatkan komitmen investasi dengan total nilai hampir 34 miliar dolar AS atau Rp 575 triliun. Di tengah ketidakpastian global, investasi ke Indonesia diklaim meningkat berkat stabilitas politik dan ekonomi yang terjaga.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Rabu (1/4/2026) pukul 23.55 WIB. Presiden yang baru saja menuntaskan kunjungan luar negeri ke Jepang dan Korsel disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.

Selama berada di Jepang, Minggu-Selasa (29-31/3/2026), Presiden mengadakan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito dan bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Selain itu, Prabowo juga menghadiri forum bisnis yang menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama. Kesepakatan tersebut bernilai 23,63 miliar dolar AS atau setara Rp 401,71 triliun.

Di Korsel, Rabu (1/4/2026), Presiden bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral ke level tertinggi, yakni dalam bentuk kemitraan strategis komprehensif khusus. Indonesia-Korsel juga menandatangani 10 nota kesepahaman kerja sama antarlembaga pemerintah. Selain itu, ada pula 17 kesepakatan kerja sama antarpelaku bisnis Indonesia dan Korsel dengan nilai 10,268 miliar dolar AS atau setara Rp 174 triliun.

Jika ditotal, komitmen investasi yang dihasilkan selama kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korsel mencapai 33,8 miliar dolar AS atau setara Rp 575 triliun.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan, kehadiran dan keterlibatan Presiden dalam berdialog dengan pelaku usaha merupakan kunci yang mendorong respons positif dari dunia usaha. Sebab, mereka bisa menyampaikan masukan dan kendala yang dihadapi di Indonesia, lalu mendapatkan respons secara langsung dari Presiden dalam forum-forum bisnis yang dihadiri.

Selama di Jepang, forum bisnis yang diselenggarakan dihadiri lebih dari 300 pengusaha. Ada pula pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan besar. Sementara di Korsel ada pertemuan intensif dengan 11 perusahaan besar.

Rosan melanjutkan, minat investasi dari Jepang dan Korsel pun meningkat di tengah ketidakpastian geopolitik global. Jika dirata-rata, investasi Korea tumbuh 14 persen per tahun, sementara Jepang 8-9 persen per tahun.

Menurut dia, peningkatan kepercayaan dari investor itu tidak terlepas dari stabilitas politik dan ekonomi Indonesia yang terjaga. Hal tersebut diakui para investor sebagai faktor penting dalam pengambilan keputusan jangka panjang. ”Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan long term commitment kepada Indonesia,” kata Rosan seusai menghadiri forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul, Rabu waktu setempat.

1126020426bIa menuturkan, kehadiran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia juga berperan meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi bersama (co-investment). Kini, pemerintah tengah menindaklanjuti rencana investasi bersama dengan beberapa perusahaan besar, termasuk Lotte Chemical dan POSCO.

Sejumlah investor yang usahanya sudah beroperasi di Indonesia pun berkomitmen untuk memperluas investasi ke tahap berikutnya. Contohnya, KCC Glass, POSCO, dan beberapa perusahaan lain yang akan masuk ke fase kedua.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulis, Kamis, mengatakan, capaian komitmen investasi dari Jepang dan Korsel menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Hal itu khususnya terkait upaya mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, dan pembangunan sektor strategis nasional.

Ia pun berjanji, pemerintah akan mengawal komitmen tersebut agar bisa direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Print  

Comments powered by CComment

Publish modules to the "offcanvs" position.